Sumatra Utara

POLTEKKES KEMENKES MEDAN LATIH AGEN PERUBAHAN DAN WIRAUSAHA JAJANAN SEHAT BERBASIS PANGAN LOKAL DI DESA SAENTIS

×

POLTEKKES KEMENKES MEDAN LATIH AGEN PERUBAHAN DAN WIRAUSAHA JAJANAN SEHAT BERBASIS PANGAN LOKAL DI DESA SAENTIS

Sebarkan artikel ini

 

Deli Serdang | detikreportase.com

Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Medan melaksanakan kegiatan “Pelatihan Agen Perubahan dan Wirausaha Jajanan Sehat Berbasis
Pangan Lokal” di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang pada
tanggal 4–6 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema PPDM dengan tema besar “Kampanye Desa Remaja Sehat: Gizi Optimal, Kesehatan Reproduksi, Jajanan Pangan Lokal, Cegah Stunting dari Hulu”.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Rina Doriana Pasaribu, SKM,M.Kes bersama anggota tim Hanna Sriyanti Saragih, SKM, M.Kes. Pelatihan diikuti oleh 15 orang mitra masyarakat yang terdiri dari kelompok perwiritan ibu-ibu, PKK, kader kesehatan, pemilik kantin sekolah, pemilik warung desa, serta karang taruna.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari di Balai Desa Saentis dengan metode ceramah, diskusi,
demonstrasi, praktik pengolahan pangan lokal, hingga simulasi penyuluhan kesehatan. Pada
hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai gizi remaja, gizi prakonsepsi, kesehatan
reproduksi, serta pencegahan pernikahan dini sebagai upaya pencegahan stunting sejak usia
remaja.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian Dr. Rina Doriana Pasaribu menyampaikan bahwa remaja merupakan generasi penentu masa depan bangsa sehingga perlu
dipersiapkan sejak dini melalui edukasi gizi dan pola hidup sehat.

“Kegiatan ini bertujuan membentuk agen perubahan di masyarakat yang mampu mengedukasi remaja tentang pentingnya gizi seimbang, kesehatan reproduksi, serta mendorong lahirnya usaha jajanan sehat berbasis pangan lokal yang dapat meningkatkan
kesehatan sekaligus ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Saentis yang diwakili oleh Kasi Pelayanan Masyarakat. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Medan karena dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan remaja dan pencegahan stunting. “Kami sangat mendukung program ini karena memberikan edukasi yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya remaja dan para ibu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan memilih makanan sehat,” ungkap perwakilan pemerintah desa.

Pada hari kedua,peserta mendapatkan pelatihan kewirausahaan jajanan sehat berbasis pangan lokal serta peluang usaha jajanan remaja berbasis pangan lokal. Peserta juga mengikuti demonstrasi pengolahan berbagai produk jajanan sehat berbahan pangan lokal seperti smoothie ubi ungu, nugget pisang panggang, mie labu kuning, chips panggang dan bola- bola ubi kuning isi abon ikan.

Sementara itu, pada hari ketiga dilakukan praktik langsung pengolahan produk jajanan remaja
sehat berbahan pangan lokal. hingga simulasi penyuluhan sebagai agen perubahan kesehatan di masyarakat..

Selain melatih keterampilan pengolahan pangan sehat, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif jajanan sehat remaja yang bergizi, aman, dan memiliki nilai ekonomi. Produk-produk yang dihasilkan diharapkan dapat
dikembangkan menjadi usaha kecil masyarakat serta dipasarkan di kantin sekolah maupun warung desa.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan yang berperan sebagai moderator, fasilitator kelompok, pendamping praktik, dokumentasi, hingga pelaksana pre-test dan post-test peserta. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pengalaman belajar langsung dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian
MasyarakatPoltekkes Kemenkes Medan berharap terbentuk agen perubahan kesehatan remaja yang mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan reproduksi, sekaligus mendorong berkembangnya usaha jajanan sehat berbasis pangan lokal sebagai langkah nyata pencegahan stunting dari hulu.( candra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250