Kalimantan Barat

Teror Setahun Tak Tuntas, FPRK Ultimatum Polisi: Tangkap Pelaku atau Kepercayaan Publik Runtuh. 

×

Teror Setahun Tak Tuntas, FPRK Ultimatum Polisi: Tangkap Pelaku atau Kepercayaan Publik Runtuh. 

Sebarkan artikel ini

Teror Setahun Tak Tuntas, FPRK Ultimatum Polisi: Tangkap Pelaku atau Kepercayaan Publik Runtuh.

Ketapang, Kalbar – Kesabaran masyarakat tampaknya mulai habis. Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) melontarkan desakan keras kepada aparat penegak hukum atas tak kunjung tuntasnya kasus teror dan maraknya peredaran narkoba di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.

Ketua FPRK, Isa Ansari, menilai kondisi ini bukan lagi sekadar gangguan keamanan biasa, melainkan sudah masuk kategori darurat yang mengancam keselamatan warga.

“Sudah satu tahun teror terjadi, rumah dibakar, warga ditembak, tapi pelaku belum juga tertangkap. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami mendesak Polda Kalbar dan Mabes Polri segera turun tangan,” tegas Isa.

Menurutnya, lambannya penanganan justru memperparah ketakutan masyarakat. Warga kini hidup dalam tekanan psikologis, dihantui kemungkinan menjadi korban berikutnya dari aksi brutal pelaku misterius.

“Ini bukan hanya soal hukum, ini soal rasa aman masyarakat yang seakan hilang. Negara harus hadir, tidak boleh kalah dengan pelaku teror,” lanjutnya.

FPRK juga membuka persoalan lain yang dinilai tak kalah serius. Di wilayah Kecamatan Benua Kayong, sejumlah tempat yang berkedok warung diduga menjadi ruang bebas bagi pelajar bolos sekolah, bahkan disinyalir menjadi titik rawan aktivitas menyimpang seperti peredaran obat terlarang dan praktik prostitusi.

Ironisnya, upaya peneguran yang dilakukan guru dan orang tua siswa justru berujung intimidasi.

“Ada guru yang menegur malah diancam dengan parang. Orang tua juga mengalami hal yang sama. Ini sudah sangat keterlaluan,” ungkap Isa.

Ia menambahkan, meski Satpol PP dan kepolisian disebut pernah melakukan penertiban, namun tidak memberikan efek jera. Pemilik tempat terkesan kebal hukum dan terus beroperasi tanpa hambatan.

Sebagai langkah konkret, FPRK bersama aliansi masyarakat memastikan akan segera mendatangi Polres Ketapang untuk melakukan audiensi. Tujuannya jelas: menuntut kepastian tindakan dan solusi nyata.

“Kami tidak mau hanya dengar janji. Dalam waktu dekat kami akan audiensi ke Polres Ketapang. Kami ingin kejelasan langkah, agar masyarakat benar-benar terlindungi dan daerah tetap kondusif,” tegasnya.

FPRK pun mengingatkan, jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, bukan hanya keamanan yang terancam, tetapi juga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum bisa runtuh.

Tim.Reg
Detik Reportase com kalbar

Redaksi membuka ruang hak jawab kepada pihak kepolisian, pemerintah daerah, maupun pihak terkait lainnya guna menjaga keberimbangan informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250