BeritaEkonomiNasional

Industri Chip Nasional Bangkit? Investasi Semikonduktor Jadi Pondasi Otomotif dan Elektronik Masa Depan Indonesia

517
×

Industri Chip Nasional Bangkit? Investasi Semikonduktor Jadi Pondasi Otomotif dan Elektronik Masa Depan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pabrik semikonduktor dan fasilitas produksi chip yang mendukung penguatan industri otomotif dan elektronik nasional di era transformasi teknologi.
Fhoto : Pabrik semikonduktor dengan fasilitas produksi chip berteknologi tinggi yang menjadi fondasi pengembangan industri otomotif, elektronik, dan digital masa depan Indonesia.

Rapat Terbatas Prabowo Dorong Kemandirian Teknologi Strategis

BOGOR, JAWA BARAT | DETIKREPORTASE.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya investasi strategis di sektor semikonduktor sebagai fondasi utama penguatan industri otomotif, elektronik, dan digital nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 11 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan bahwa industri chip merupakan tulang punggung transformasi industri modern. Tanpa penguasaan teknologi semikonduktor, Indonesia dinilai akan terus berada pada posisi sebagai konsumen teknologi dan bergantung pada impor, terutama untuk kebutuhan otomotif, elektronik konsumen, serta perangkat digital.

“Investasi dalam teknologi semikonduktor bukan hanya soal industri, tetapi menyangkut kedaulatan teknologi Indonesia. Kita harus mampu memproduksi chip sendiri untuk mendukung mobil listrik, elektronik, hingga sistem industri pintar,” tegas Presiden Prabowo.

 

Semikonduktor Jadi Kunci Otomotif dan Elektronik Masa Depan

Presiden Prabowo memandang pengembangan industri chip sebagai langkah strategis jangka panjang untuk menghadapi persaingan global. Industri semikonduktor memiliki peran vital dalam pengembangan kendaraan listrik, sistem kendali otomotif, perangkat elektronik rumah tangga, hingga teknologi digital seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor chip selama ini kerap menjadi hambatan serius bagi industri nasional, terutama saat terjadi krisis pasokan global. Dengan membangun ekosistem semikonduktor domestik, pemerintah menargetkan terciptanya ketahanan industri sekaligus peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong industrialisasi berbasis teknologi tinggi dan mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju ekonomi berbasis inovasi.

 

Insentif Investasi dan Pengembangan SDM Teknologi

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan berbagai skema insentif untuk menarik investor lokal maupun asing di sektor semikonduktor. Insentif tersebut mencakup dukungan fiskal, kemudahan perizinan, serta penyediaan kawasan industri berorientasi teknologi tinggi.

Selain pembangunan fasilitas manufaktur chip, pemerintah juga mendorong pengembangan pusat riset dan pengembangan (R&D) semikonduktor, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi dan rekayasa.

Penguatan SDM dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan industri chip nasional, mengingat sektor ini membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian tinggi dan inovasi berkelanjutan.

 

Dampak Ekonomi dan Peluang Lapangan Kerja

Pengembangan industri semikonduktor diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan. Analisis para pakar industri menunjukkan bahwa investasi di sektor ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional hingga dua digit dalam beberapa tahun ke depan.

Selain memperkuat industri otomotif dan elektronik, pembangunan industri chip juga diperkirakan mampu menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung, di sektor manufaktur, riset, logistik, dan jasa pendukung lainnya.

Data proyeksi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa sektor semikonduktor berpotensi menarik investasi strategis senilai miliaran dolar AS, sekaligus meningkatkan penerimaan negara melalui pajak dan ekspor produk bernilai tambah tinggi.

 

Belajar dari Krisis Chip Global

Pengalaman krisis chip global dalam beberapa tahun terakhir menjadi pelajaran penting bagi pemerintah. Gangguan pasokan semikonduktor terbukti mampu melumpuhkan industri otomotif dan elektronik di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dengan membangun kapasitas produksi chip dalam negeri, Indonesia diharapkan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam merespons kebutuhan domestik maupun permintaan ekspor. Langkah ini juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri teknologi.

Para analis menilai, jika dikelola secara konsisten dan terintegrasi, Indonesia berpeluang menjadi pusat manufaktur semikonduktor regional di Asia Tenggara dalam 5–10 tahun ke depan.

 

Menuju Indonesia Produsen Teknologi Global

Investasi semikonduktor menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serius membawa Indonesia naik kelas dalam peta industri global. Tidak lagi hanya sebagai pasar atau konsumen, tetapi sebagai produsen teknologi yang berdaya saing.

Informasi mengenai arah kebijakan semikonduktor ini disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun industri chip nasional sebagai bagian dari strategi besar penguatan ekonomi dan industri masa depan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi industri nasional, memperkuat kemandirian teknologi, serta membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam industri otomotif, elektronik, dan digital di tingkat global.

✍️ Tim | detikreportase.com | Bogor – Jawa Barat

DETIKREPORTASE.COM : Industri Teknologi, Semikonduktor, Ekonomi Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250