Langkah Pemkab Ketapang Dorong Perbaikan Infrastruktur Jalan
KETAPANG | DETIKREPORTASE.COM – Pemerintah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengambil langkah strategis untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan rusak melalui sinergi dengan sektor swasta. Melalui surat resmi yang diterbitkan pada 5 Januari 2026, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengajak sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk berkontribusi dalam perbaikan ruas Jalan Tumbang Titi–Beringin melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau CSR.
Surat bernomor 3/SETDA-EKBANG.400.3.3.2/2026 itu ditujukan kepada empat perusahaan, yakni PT Mentari Pratama, PT Lestari Abadi Perkasa, PT Bekatik Subur, dan PT Wana Hijau Pesaguan. Pemerintah daerah berharap dukungan dunia usaha dapat mempercepat pemulihan akses jalan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.
Kelanjutan Komitmen CSR untuk Infrastruktur Daerah
Ajakan tersebut bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Pemerintah Kabupaten Ketapang sebelumnya telah melakukan komunikasi serupa melalui surat Bupati Ketapang Nomor 4/SETDA-EKBANG.400.3.3.2/2025 tertanggal 22 Februari 2025. Dalam surat tersebut, Pemkab Ketapang menekankan pentingnya dukungan CSR perusahaan dalam penanganan infrastruktur jalan rusak di wilayah kabupaten.
Pemerintah menilai keterlibatan perusahaan melalui CSR tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan iklim pembangunan yang berkelanjutan. Jalan yang baik tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas operasional perusahaan di daerah.
Dalam surat resmi itu disebutkan bahwa perbaikan ruas jalan diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aktivitas ekonomi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta.
Jalan Tumbang Titi–Beringin Jadi Prioritas Perbaikan
Ruas Jalan Tumbang Titi–Beringin selama ini dikenal sebagai salah satu jalur penting yang sering mengalami kerusakan. Kondisi tersebut kerap menghambat mobilitas warga, memperlambat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Melalui dukungan CSR, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap proses perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Perusahaan yang dilibatkan juga diminta untuk berkoordinasi dengan Camat serta Kepala Desa setempat agar pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan tertib, tepat sasaran, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan rasa memiliki bersama terhadap infrastruktur publik, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia usaha dan masyarakat lokal.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Pelaksanaan Terintegrasi
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, surat Bupati Ketapang tersebut juga ditembuskan kepada sejumlah pihak terkait. Di antaranya Wakil Bupati Ketapang, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, serta pejabat dinas teknis dan unsur pemerintahan desa.
Langkah ini dimaksudkan agar koordinasi lintas sektor dapat berjalan secara terintegrasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan kegiatan perbaikan jalan. Pemerintah daerah berharap sinergi ini menjadi contoh kolaborasi positif antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjawab persoalan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, efektivitas program CSR dalam mendukung pembangunan infrastruktur publik di Kabupaten Ketapang pun menjadi perhatian, terutama sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.
✍️ Slamet | detikreportase.com | Ketapang – Kalimantan Barat
DETIKREPORTASE.COM : Sinergi Pembangunan, CSR Perusahaan, dan Infrastruktur Daerah





