BeritaSulawesi Selatan

Meski Dimutasi, AKBP Widi Setiawan Tetap Aktif Gelar Bakti Sosial di Tengah Masyarakat

534
×

Meski Dimutasi, AKBP Widi Setiawan Tetap Aktif Gelar Bakti Sosial di Tengah Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Silaturahmi penuh makna di Pondok Pesantren Al-Hikam

JENEPONTO | DETIKREPORTASE.COM — Sosok pemimpin yang humanis dan peduli masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan. Meski telah dimutasi oleh Kapolri dan mendapatkan jabatan baru, komitmen perwira menengah Polri ini untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak surut sedikit pun.
Hal tersebut terlihat saat AKBP Widi Setiawan menggelar kegiatan bakti sosial dengan mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikam Pitape, yang terletak di Desa Bungung Loe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, pada Senin (29/12/2025). Kunjungan ini berlangsung dalam suasana sederhana, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Kedatangan Kapolres Jeneponto disambut langsung oleh pimpinan Ponpes Al-Hikam, Ustadz Sapri, bersama para santri. Wajah ceria dan antusiasme para santri menambah kehangatan dalam silaturahmi tersebut, mencerminkan kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat, khususnya kalangan pesantren.

Bantuan nyata untuk mendukung aktivitas santri

Dalam kunjungannya, AKBP Widi Setiawan tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga menyerahkan berbagai bentuk bantuan yang dinilai sangat bermanfaat bagi kebutuhan pesantren dan para santri. Bantuan tersebut meliputi baju seragam santri, perlengkapan pakaian salat, bahan material bangunan, serta alat-alat olahraga.
Bantuan itu diharapkan dapat menunjang kenyamanan belajar, meningkatkan semangat para santri, serta mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter yang selama ini dijalankan oleh Ponpes Al-Hikam. Menurut AKBP Widi Setiawan, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berkarakter kuat.
Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap lembaga pendidikan keagamaan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah atau tokoh agama, tetapi juga aparat keamanan sebagai bagian dari masyarakat.

Santri adalah aset masa depan bangsa

Dalam sambutannya, Kapolres Jeneponto menyampaikan bahwa santri merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Pesantren, menurutnya, menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga nilai-nilai moral, keagamaan, dan kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Semoga apa yang kita serahkan hari ini bernilai ibadah. Pada intinya, Polri untuk masyarakat,” ujar AKBP Widi Setiawan dengan singkat namun penuh makna.
Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi pelayanan Polri yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pembinaan moral.
Meski telah dimutasi dan bersiap menjalankan amanah di tempat tugas baru, AKBP Widi Setiawan menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat akan tetap menjadi bagian dari pengabdiannya sebagai anggota Polri.

Apresiasi dan doa dari pimpinan pondok pesantren

Rasa syukur dan terima kasih disampaikan oleh pimpinan Ponpes Al-Hikam Pitape, Ustadz Sapri, mewakili seluruh santri dan pengurus pondok. Ia mengapresiasi kepedulian Kapolres Jeneponto yang dinilai tulus dan penuh empati terhadap dunia pendidikan keagamaan.
“Atas nama seluruh santri, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Jeneponto atas perhatian dan bantuan yang sangat berarti bagi kami. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kesuksesan, umur panjang, serta menjadikan kebaikan ini sebagai amal ibadah yang membawa keberkahan,” ucap Ustadz Sapri.
Menurutnya, perhatian dari aparat kepolisian seperti ini memberikan motivasi tersendiri bagi para santri untuk terus belajar, berprestasi, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Memperkuat sinergi Polri dan lembaga keagamaan

Pengurus Ponpes Al-Hikam juga berharap agar sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan dapat terus terjalin dengan baik. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan penuh kepedulian sosial di Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan bakti sosial yang dilakukan AKBP Widi Setiawan ini menjadi contoh konkret pendekatan humanis Polri dalam membangun kepercayaan publik. Melalui aksi nyata di lapangan, kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan.
Bakti sosial ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya lembaga pendidikan keagamaan, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan warga. Nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian yang ditunjukkan menjadi teladan bahwa mutasi jabatan tidak membatasi ruang untuk terus berbuat baik bagi sesama.

✍️ Tim | detikreportase.com | Jeneponto – Sulawesi Selatan
DETIKREPORTASE.COM : Polisi Humanis, Kepedulian Sosial, Pengabdian Tanpa Batas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250