BeritaSulawesi Selatan

Polda Sulsel Gelar Maulid Nabi dan Doa Bersama Ojol serta Tokoh Masyarakat: Jaga Sulsel Aman dan Kondusif

348
×

Polda Sulsel Gelar Maulid Nabi dan Doa Bersama Ojol serta Tokoh Masyarakat: Jaga Sulsel Aman dan Kondusif

Sebarkan artikel ini

Kebersamaan di halaman Mapolda Sulsel

MAKASSAR | DETIKREPORTASE.COM – Ribuan jamaah memenuhi halaman apel belakang Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Minggu malam, 7 September 2025. Suasana syahdu terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Ustadz Usman, S.Pd.I, Imam Masjid Mapolda Sulsel, menandai dimulainya peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 2025 Masehi yang dirangkaikan dengan doa bersama. Kegiatan ini tak hanya dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sulsel, tetapi juga melibatkan komunitas ojek online (ojol), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen pemerintahan. Kehadiran mereka memperlihatkan kebersamaan lintas kelompok dalam satu tujuan: menjaga Sulsel tetap aman, tenteram, dan kondusif.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono hadir bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Ketua DPRD Sulsel Supriadi, Asisten II Pemprov Sulsel Dr. Ikhsan, Kasdam XIV Hasanuddin, Pangdiv 3 Kostrad, Kajati Sulsel (diwakili Kapidsus), Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Nasri, serta pejabat lainnya. Tampak pula Karo SDM Kombes Pol Aris Hariyanto, Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol Ai Afriandi, Ketua Mitra Kamtibmas Sulsel, hingga perwakilan komunitas ojol Makassar yang memenuhi area kegiatan.

Pesan Kapolda tentang keteladanan Rasulullah

Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono menyampaikan makna penting dari peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan doa bersama ini. Menurutnya, acara ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sulsel. “Bapak Ibu sekalian, pada malam ini kita semua berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan doa bersama untuk menjaga Sulsel tetap aman dan kondusif. Semoga semangat keteladanan Rasulullah SAW menjadi suri tauladan dalam membimbing kita melaksanakan tugas sebagai insan Polri, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ucap Kapolda disambut takbir dan tepuk tangan hadirin.

Kapolda juga menekankan bahwa peringatan Maulid adalah momentum untuk memperkuat nilai religius, mempererat silaturahmi, sekaligus mempertegas peran seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa. “Melalui peringatan ini kita memohon keberkahan dan ridho Allah SWT agar Sulsel selalu aman, damai, dan terhindar dari bencana maupun gangguan kamtibmas,” tambahnya.

Menangkal ujaran kebencian dan propaganda

Selain menekankan makna religius, Irjen Pol Rusdi Hartono juga menyinggung tantangan serius yang dihadapi masyarakat saat ini, terutama penyebaran ujaran kebencian dan propaganda di media sosial. Menurutnya, isu-isu negatif di dunia maya sering kali digunakan untuk memecah belah persatuan dan menciptakan kegaduhan publik. “Saat ini berbagai ujaran kebencian dan provokasi merajalela di media sosial, mencoba memecah persatuan bangsa. Momentum inilah saya mengajak seluruh hadirin untuk melawan dan menangkal setiap bentuk propaganda yang mengancam persatuan, khususnya di dunia maya,” tegasnya.

Kapolda mengajak seluruh masyarakat Sulsel untuk terus menjaga kondusifitas wilayah dengan saling menghormati dan saling menghargai. Ia menekankan bahwa situasi aman tidak tercipta oleh aparat semata, melainkan oleh kerja sama semua pihak. “Polda Sulsel selalu siap memberikan rasa aman dan nyaman, tetapi keberhasilan itu akan lebih kuat jika kita jaga bersama sejak dini,” ujarnya.

Sinergi Polri, pemerintah, dan masyarakat

Doa bersama yang melibatkan lebih dari seribu ojol dan tokoh masyarakat ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah, dan warga. Bagi komunitas ojol, acara tersebut menjadi ruang silaturahmi yang penuh makna. Mereka merasa dihargai karena dilibatkan langsung dalam agenda besar yang menyangkut ketertiban sosial. Salah satu perwakilan komunitas ojol menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. “Kami senang dilibatkan. Doa bersama ini membuat kami merasa menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan di Sulsel,” ungkapnya.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang hadir dalam acara itu juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Polda Sulsel. Ia menilai kegiatan religius yang melibatkan berbagai elemen masyarakat bisa memperkuat ikatan sosial di tengah tantangan zaman. “Kebersamaan seperti inilah yang akan membuat Sulsel semakin kuat dan damai,” ujar Gubernur.

Acara ditutup dengan tausiyah agama yang kembali menekankan nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah yang hadir larut dalam suasana khidmat, sambil berharap doa bersama tersebut membawa berkah bagi Sulawesi Selatan.

Bagi Polda Sulsel, kegiatan ini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan simbol komitmen Polri untuk selalu dekat dengan masyarakat. Kapolda Sulsel menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. “Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga Sulsel yang kita cintai tetap aman, tenteram, dan dalam lindungan Allah SWT,” tutupnya.

✍️ Andi Rosha | detikreportase.com | Makassar – Sulawesi Selatan

DETIKREPORTASE.COM : Doa Bersama, Persatuan Terjaga, Sulsel Tetap Kondusif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250