BeritaNusa Tenggara Timur

Wakil Bupati Sikka: Percepatan Penurunan Stunting adalah Tanggung Jawab Bersama

523
×

Wakil Bupati Sikka: Percepatan Penurunan Stunting adalah Tanggung Jawab Bersama

Sebarkan artikel ini

Rakor dan Evaluasi Stunting 2025 Resmi Dibuka

Sikka, NTT — DetikReportase.com
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, secara resmi membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang digelar di Sikka Convention Center (SCC) pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh OPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), para camat, serta perwakilan lembaga terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi. “Ini tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Stunting Sebagai Isu Masa Depan Daerah

Wabup Simon Subandi menekankan bahwa stunting merupakan isu strategis yang akan menentukan masa depan Kabupaten Sikka. Ia menyebut stunting sebagai “Isu Masa Depan Daerah”, sebab dampaknya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang.

“Keberhasilan penurunan stunting bukan hanya di pundak sektor kesehatan. Ini gerakan bersama yang membutuhkan intervensi spesifik dan integrasi dari semua sektor,” ujarnya.

Anak yang mengalami stunting, lanjutnya, berpotensi menghadapi hambatan pertumbuhan dan perkembangan yang akan berdampak panjang bagi daya saing daerah.

Tiga Pilar Utama Percepatan Penurunan Stunting

Pada forum tersebut, Wabup Simon Subandi menyoroti tiga pilar utama yang harus diperkuat dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sikka:

1. Penguatan Koordinasi Lintas Sektor
TPPS diminta memastikan setiap sektor memiliki target, peran, dan kontribusi nyata dalam intervensi dan pencegahan stunting.

2. Validasi dan Pemanfaatan Data
Ia menekankan pentingnya penggunaan data akurat seperti POKE, SKI, EPPGBM, dan SIGA sebagai dasar perencanaan. Data harus menjangkau seluruh keluarga berisiko di desa dan kelurahan.

3. Penguatan Peran di Tingkat Tapak
Optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi wajib. Mereka adalah ujung tombak yang memastikan pelayanan kepada pasangan usia subur, ibu hamil, balita, hingga remaja berjalan efektif.

Komitmen dan Inovasi Lokal Jadi Kunci

Wabup Simon Subandi turut mendorong seluruh OPD agar tidak terpaku pada program rutin, tetapi membangun inovasi lokal yang mendukung agenda nasional. Menurutnya, kreativitas daerah sangat menentukan percepatan progres di lapangan.

“Kita tidak cukup hanya menjalankan program rutin. Kita harus memiliki inovasi lokal,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Wabup mengajak seluruh peserta menjadikan Rakor ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama.
“Mari kita wujudkan generasi emas Kabupaten Sikka yang tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya.

Acara kemudian dibuka secara resmi sebagai langkah awal memperkuat strategi penurunan stunting tahun 2025.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur
DETIKREPORTASE.COM : Mengungkap Fakta, Menjaga Kepercayaan Publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250