BeritaJawa Tengah

Viral di TikTok, Lokalisasi Prostitusi Legendaris Cibungur Wanareja Cilacap Resmi Ditutup: Apa Dampaknya bagi Warga?

520
×

Viral di TikTok, Lokalisasi Prostitusi Legendaris Cibungur Wanareja Cilacap Resmi Ditutup: Apa Dampaknya bagi Warga?

Sebarkan artikel ini
Penutupan lokalisasi prostitusi Cibungur Desa Wanareja Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap
Gambar : Kepala Desa Wanareja bersama aparat TNI-Polri dan perangkat desa saat melakukan penutupan lokalisasi Cibungur di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Senin (19/1/2026).

Penutupan Lokalisasi Cibungur Jadi Sorotan Publik

CILACAP | DETIKREPORTASE.COM – Kawasan Cibungur, Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya TikTok. Lokalisasi prostitusi yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan dikenal secara luas oleh masyarakat sekitar, resmi ditutup pada Senin, 19 Januari 2026.

Video-video penutupan yang beredar di TikTok memperlihatkan momen ketika pemerintah desa bersama unsur keamanan mendatangi kawasan tersebut. Unggahan itu menuai beragam reaksi warganet, mulai dari dukungan penuh hingga rasa penasaran mengenai nasib para pekerja dan masa depan kawasan Cibungur pasca-penutupan.

Penutupan dilakukan secara resmi oleh Kepala Desa Wanareja, Juhana, dan disaksikan oleh jajaran Pemerintah Desa Wanareja, unsur TNI dari Koramil setempat, serta aparat kepolisian dari Polsek Kecamatan Wanareja. Langkah ini menandai berakhirnya aktivitas yang selama ini dianggap bertentangan dengan nilai sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat setempat.

 

Desakan Tokoh Agama dan Warga Jadi Dasar Keputusan

Kepala Desa Wanareja, Juhana, menjelaskan bahwa keputusan penutupan lokalisasi Cibungur bukanlah langkah yang diambil secara sepihak. Prosesnya melalui berbagai pertimbangan serta masukan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga sekitar yang selama ini menyuarakan keinginan akan perubahan.

Menurutnya, keberadaan lokalisasi tersebut telah lama menimbulkan keresahan sosial, terutama terkait dampak moral dan lingkungan bagi generasi muda. Aspirasi masyarakat yang terus menguat akhirnya mendorong pemerintah desa mengambil langkah tegas namun terukur.

“Penutupan ini kami lakukan demi menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan selaras dengan nilai budaya serta agama yang dianut masyarakat Desa Wanareja,” ujar Juhana di sela-sela kegiatan penutupan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak hanya fokus pada penutupan fisik, tetapi juga memikirkan dampak sosial yang ditimbulkan, terutama bagi mereka yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan tersebut.

 

Harapan Kehidupan Baru bagi Para Pekerja

Dalam keterangannya, Juhana juga menyampaikan harapan agar para pekerja di lokalisasi Cibungur dapat memulai lembaran baru dengan pekerjaan yang lebih layak dan bermartabat. Ia menyebut, penutupan ini bukan dimaksudkan untuk menyudutkan individu tertentu, melainkan sebagai upaya kolektif membangun masa depan desa yang lebih baik.

“Kami berharap saudara-saudara kita yang selama ini bekerja di sana bisa mendapatkan kehidupan baru yang lebih berkah dan lebih baik,” ungkapnya.

Pemerintah desa, lanjut Juhana, membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak agar ke depan dapat dirumuskan langkah pendampingan sosial, pelatihan keterampilan, atau program pemberdayaan ekonomi yang memungkinkan para mantan pekerja lokalisasi beralih profesi.

Pendekatan humanis ini dinilai penting agar penutupan tidak menimbulkan masalah sosial baru, seperti pengangguran terselubung atau aktivitas serupa yang berpindah lokasi secara ilegal.

 

Pemantauan Ketat dan Masa Depan Kawasan Cibungur

Pihak berwenang menyatakan bahwa penutupan lokalisasi Cibungur tidak berhenti pada seremoni semata. Pemerintah desa bersama aparat TNI-Polri akan melakukan pemantauan berkala untuk memastikan kawasan tersebut tidak kembali beroperasi secara terselubung.

Selain pengawasan, pemerintah desa juga mulai memikirkan arah pemanfaatan kawasan Cibungur ke depan. Wacana pengembangan kawasan produktif, ramah lingkungan, dan bermanfaat bagi masyarakat tengah dibahas bersama tokoh masyarakat dan lembaga desa.

Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan publik yang ramai di media sosial: apakah penutupan ini benar-benar menjadi solusi jangka panjang, atau sekadar meredam polemik sesaat?

Dengan pengawasan berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah desa berharap kawasan Cibungur dapat bertransformasi dari stigma negatif menjadi ruang yang memberikan nilai tambah bagi Desa Wanareja dan Kabupaten Cilacap secara keseluruhan.

 

Ikuti Saluran WhatsApp Detikreportase.com

Agar tidak tertinggal berita penting, isu hukum, dan laporan publik pilihan langsung dari redaksi.

Tanpa spam. Ringkas. Terpercaya.

📲 Gabung di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VbBRVcA3mFYAtoCNkg0N

 

✍️ Bang As | detikreportase.com | Cilacap – Jawa Tengah

DETIKREPORTASE.COM : Penataan Sosial, Ketertiban Lingkungan, dan Perubahan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250