Aktivis Nusantara Tunas Bangsa ancam aksi jilid II jika tuntutan transparansi tak dipenuhi.
PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Aliansi Aktivis Nusantara Tunas Bangsa melayangkan ultimatum keras 5×24 jam kepada PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) Eko II, anak perusahaan Asian Agri Group. Langkah ini diambil usai menggelar aksi unjuk rasa yang menuntut transparansi Hak Guna Usaha (HGU), pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) sektor pendidikan.
Aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh dugaan kurangnya keterbukaan manajemen perusahaan terhadap kewajiban substantif dan kontribusi sosialnya bagi masyarakat lokal di Kabupaten Pelalawan.
Tuntutan Keterbukaan Data dan Pengelolaan Lingkungan
Koordinator Umum Aksi, Josef Sihombing, menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak boleh hanya mengeruk keuntungan dari sumber daya alam Pelalawan tanpa menunjukkan keterbukaan atas kewajiban hukum dan sosialnya.
“Jangan sampai perusahaan menikmati keuntungan dari sumber daya alam Pelalawan, tetapi masyarakat harus turun ke jalan hanya untuk mempertanyakan kewajiban perusahaan. Kami beri waktu 5×24 jam. Jika perusahaan merasa telah menjalankan seluruh kewajibannya, tunjukkan datanya, bukan sekadar menyampaikan pembelaan,” tegas Josef.
Senada dengan hal itu, Koordinator Lapangan I, Saipul Anwar, menyoroti persoalan perizinan HGU dan perlindungan DAS Sungai Kerinci yang dinilai wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka di hadapan publik.
“HGU bukan sertifikat kekuasaan mutlak atas tanah. Pasal 6 UUPA menegaskan setiap hak atas tanah memiliki fungsi sosial. Begitu juga persoalan DAS Sungai Kerinci, perusahaan harus mampu menunjukkan bukti pengelolaan lingkungan yang dapat diuji. Jangan berlindung di balik legalitas administratif apabila kewajiban substantif belum bisa dijelaskan,” ujar Saipul.
Soroti Tanggung Jawab CSR Pendidikan dan Ancaman Aksi Jilid II
Di sisi lain, Koordinator Lapangan II, Erlangga Putra, mempertanyakan efektivitas dan keberlanjutan program CSR pendidikan yang disalurkan oleh PT IIS bagi warga sekitar operasional perusahaan.
“CSR pendidikan bukan panggung seremonial untuk membangun citra perusahaan. Kami ingin mengetahui program, realisasi, dan penerima manfaatnya. Jangan sampai kekayaan alam Pelalawan terus menghasilkan keuntungan, sementara masa depan pendidikan masyarakat sekitar tidak menjadi perhatian serius,” ungkap Erlangga.
Massa mengeklaim siap kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II dengan gelombang massa yang lebih besar apabila ultimatum 5×24 jam tersebut diabaikan oleh manajemen PT IIS Eko II (Asian Agri Group).
“Jika PT IIS memilih diam, kami akan kembali dengan konsolidasi massa yang lebih besar. Kami tidak datang untuk meminta belas kasihan perusahaan, tetapi menuntut kejelasan atas kewajiban yang melekat pada aktivitas usahanya,” tutup Josef.
Penutup: Mengawal Investasi yang Berkeadilan dan Berwawasan Lingkungan
Langkah tegas yang diambil oleh Aktivis Nusantara Tunas Bangsa menjadi cermin pentingnya pengawasan kritis terhadap aktivitas korporasi di daerah. Investasi kelapa sawit sejatinya harus berjalan selaras dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat lokal, kelestarian lingkungan hidup, serta transparansi publik demi terwujudnya keadilan sosial yang berkelanjutan di Kabupaten Pelalawan.
✍ Reportase : Tim Redaksi | Editor : Redaksi | Pelalawan – Riau.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Lingkungan Hidup, Mendorong Transparansi Korporasi dan Hak Masyarakat.





