Semangat dari Lereng Gunung untuk Merah Putih
SOPPENG | DETIKREPORTASE.COM – Dari lereng pegunungan yang sejuk di Kabupaten Soppeng, semangat kemerdekaan mengalir deras menuju jantung kota. Sabtu, 9 Agustus 2025, siswa-siswi SDN 225 Cirowali yang berjarak kurang dari 10 kilometer dari pusat kota turun gunung untuk ikut serta dalam lomba Gerak Jalan Indah tingkat Sekolah Dasar, menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kepala UPTD SDN 225 Cirowali, Hj. Wahida Arsyad, S.Pd., mengaku bangga melihat anak didiknya tampil penuh percaya diri di tengah panggung kota.
> “Saya sangat mengapresiasi dan berbangga. Anak-anak kami dari lereng gunung bisa hadir memeriahkan HUT RI ke-80 ini. Mereka berangkat dengan semangat kemerdekaan yang luar biasa untuk mengikuti lomba gerak jalan indah tingkat SD se-Kabupaten Soppeng,” ujarnya dengan senyum haru.
Sekolah yang terletak di kawasan wisata “Lembah Cinta” dan “Liu Fangi’e” itu memang dikenal sebagai salah satu sekolah yang aktif dalam kegiatan seni, budaya, dan olahraga. Partisipasi mereka di lomba ini menjadi bukti bahwa jarak dan keterbatasan tidak menyurutkan semangat untuk merayakan hari kemerdekaan.
Pesona Kostum dan Gerakan Memukau
Di tengah sorak-sorai penonton, penampilan siswa SDN 225 Cirowali sukses mencuri perhatian para juri. Kostum mereka yang memadukan warna putih, kuning, dan biru tampil serasi dan mencolok di bawah teriknya matahari pagi. Gerakan baris-berbaris yang mereka tampilkan tidak hanya rapi, tetapi juga dihiasi variasi formasi kreatif yang membuat penonton berdecak kagum. Para siswa tampil kompak, memadukan semangat olahraga dengan koreografi gerak jalan yang indah.
Hj. Wahida mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan bukan hanya soal latihan fisik, tetapi juga menanamkan makna di balik kegiatan ini.
> “Kami selalu menekankan kepada anak-anak bahwa gerak jalan indah ini bukan sekadar lomba, tapi juga bentuk cinta tanah air. Ini cara kita menghormati perjuangan para pahlawan,” tuturnya.
Suara dari Lapangan: Bangga Bisa Berpartisipasi
Salah satu peserta, Suci Ramadhani, siswi kelas 6 yang menjadi pemimpin barisan, mengaku sangat senang bisa tampil di ajang tersebut. Gadis yang tinggal di Abbongkarakengnge, Desa Mattabulu itu merasa momen ini menjadi pengalaman berharga dalam hidupnya.
> “Terima kasih guruku dan pembinaku. Kami bisa tampil di ajang perlombaan ini bukan untuk mencari juara, tapi untuk ikut berbangga sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan Indonesia,” ucap Suci dengan mata berbinar. Suci juga memberikan apresiasi khusus kepada para pembina yang telah bekerja keras mempersiapkan mereka. Latihan yang dilakukan di medan berbukit dan jalan berliku ternyata membentuk disiplin dan kekompakan tim.
Membawa Pulang Cerita, Bukan Sekadar Piala
Bagi SDN 225 Cirowali, keikutsertaan dalam lomba gerak jalan indah ini bukan semata mengejar kemenangan. Lebih dari itu, mereka pulang membawa kebanggaan dan cerita yang akan dikenang seumur hidup. Kegiatan seperti ini juga mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat setempat. Dukungan warga yang ikut mengantar dan menyemangati siswa menjadi bagian penting dari suksesnya partisipasi mereka.
Hj. Wahida berharap, momentum ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain di daerah pegunungan untuk lebih aktif dalam kegiatan peringatan HUT RI.
> “Semoga tahun depan akan lebih banyak lagi sekolah dari wilayah pelosok yang ikut turun gunung. Karena kemerdekaan ini milik semua, dari kota hingga desa, dari gunung hingga pesisir,” tutupnya.
Dengan semangat yang tak pernah luntur, siswa-siswi SDN 225 Cirowali kembali ke kampung halaman mereka, membawa rasa bangga telah menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan bangsa. Mereka membuktikan bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan dari mana saja, bahkan dari kaki gunung yang jauh dari hiruk pikuk kota.
✍️ Andi Rosha | detikreportase.com | Soppeng – Sulawesi Selatan
DETIKREPORTASE.COM : Merangkai Semangat dari Pelosok, Menyatukan Indonesia





