JAKARTA | Detikreportase.com – Kreativitas dan gagasan pendamping desa dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Angga Zulfikar, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Jeneponto, meraih penghargaan sebagai pemenang kategori Tagline dalam Lomba Logo dan Tagline Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Operational Room, Gedung Utama Lantai 1, Kementerian Desa PDT RI, Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Ajang ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kreativitas, gagasan, dan kontribusi para peserta dalam menghadirkan identitas visual serta pesan yang merepresentasikan semangat pengembangan BUM Desa di seluruh Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, Wahyu Hananto Pribadi, S.Sn., TAPM Bidang Pengelolaan Data dan Informasi TPP P3MD, BPSDM, berhasil meraih penghargaan kategori Logo. Sementara Angga Zulfikar, TPP Kabupaten Jeneponto, terpilih sebagai pemenang kategori Tagline melalui gagasannya yang bertajuk “Dari, Oleh, Untuk Desa.”
Gagasan dari Desa, Diapresiasi di Tingkat Nasional
Melalui sambungan WhatsApp, Angga Zulfikar menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan atas pencapaian tersebut.
Menurutnya, penghargaan ini bukan semata-mata prestasi pribadi, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar TPP P3MD Kabupaten Jeneponto serta seluruh elemen yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan desa.
“Berdiri di ruangan ini merupakan kebahagiaan dan kehormatan yang luar biasa. Saya membawa nama TPP P3MD Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Ini menjadi bukti bahwa gagasan yang lahir dari pengalaman dan interaksi langsung dengan masyarakat di lapangan dapat didengar dan dihargai di tingkat pusat,” ungkapnya.
Angga juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto, rekan-rekan TPP P3MD Kabupaten Jeneponto, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BUM Desa, serta para penggiat desa se-Kabupaten Jeneponto.
Ia menilai penghargaan tersebut merupakan buah dari proses panjang pendampingan, ruang diskusi, kolaborasi, dan dedikasi bersama dalam mendorong pembangunan desa.
“Dari, Oleh, Untuk Desa” sebagai Filosofi Pengembangan BUM Desa
Tagline “Dari, Oleh, Untuk Desa” lahir dari pengalaman pendampingan masyarakat di berbagai wilayah desa. Gagasan tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian kata, tetapi merepresentasikan prinsip dasar pengelolaan BUM Desa yang berorientasi pada potensi lokal, partisipasi masyarakat, dan kesejahteraan warga.
Filosofi “Dari Desa” menegaskan bahwa BUM Desa harus tumbuh dari potensi, sumber daya, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Sementara “Oleh Desa” mencerminkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan usaha melalui semangat gotong royong, partisipasi, serta tata kelola yang profesional.
Adapun “Untuk Desa” menegaskan bahwa seluruh aktivitas dan pengembangan usaha BUM Desa harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat perekonomian lokal, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Bagi Angga, BUM Desa harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang bertumpu pada kekuatan dan potensi asli desa. Pengelolaannya perlu dilakukan secara partisipatif, profesional, dan berkelanjutan agar mampu menciptakan nilai tambah serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dorong BUM Desa Lebih Mandiri dan Berdaya Saing
Angga berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan sekaligus memperkuat komitmen seluruh Tenaga Pendamping Profesional dalam mengawal pengembangan BUM Desa.
Ia juga berharap BUM Desa di Kabupaten Jeneponto maupun di berbagai daerah di Indonesia dapat semakin berkembang sebagai lembaga ekonomi desa yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.
Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa gagasan yang berangkat dari pengalaman dan dinamika lokal memiliki ruang untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan pembangunan desa di tingkat nasional.
Melalui semangat “Dari, Oleh, Untuk Desa,” BUM Desa diharapkan semakin mampu mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat kemandirian ekonomi, serta menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Penulis: Alim Pongjaringgi





