Kalimantan Barat

Saling Lempar Keterangan Soal STNK Pelanggan, Tata Kelola Administrasi PT TDM Ketapang Dipertanyakan

×

Saling Lempar Keterangan Soal STNK Pelanggan, Tata Kelola Administrasi PT TDM Ketapang Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Saling Lempar Keterangan Soal STNK Pelanggan, Tata Kelola Administrasi PT TDM Ketapang Dipertanyakan

Ketapang, Detik Reportase.com Kalbar – Dugaan maladministrasi dalam pengelolaan dokumen kendaraan mencuat di PT Tunas Dwipa Matra (TDM) Ketapang yang beralamat di jalan Ahmad Yani Ketapang Kalimantan Barat. Seorang pelanggan bernama Jumi Mahardi mengaku hingga kini belum menerima Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan buku servis meski telah membeli satu unit sepeda motor Honda Supra secara tunai pada September 2025.

Warga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara tersebut mengatakan motor seharga sekitar Rp 24 juta itu dibeli untuk istrinya. Namun setelah sembilan bulan berlalu, dokumen kendaraan yang menjadi hak konsumen itu disebut belum juga diterimanya.

Jumi mengungkapkan bahwa BPKB kendaraan memang telah diserahkan oleh pihak dealer beberapa bulan setelah transaksi. Namun proses penyerahan BPKB tersebut, menurutnya, juga berlangsung cukup lama dan berbelit. Sementara STNK dan buku servis hingga kini belum kunjung diterima.

“Sudah sembilan bulan saya menunggu. BPKB memang sudah saya terima, tetapi STNK dan buku servis belum juga ada. Berkali-kali saya tanyakan, namun tidak pernah mendapat kepastian,” ujar Jumi kepada media, Kamis (11/6/2026).

Menurut Jumi, selama berbulan-bulan dirinya terus berupaya meminta kejelasan kepada pihak dealer maupun sales yang menangani pembelian motor tersebut. Namun setiap kali menanyakan keberadaan STNK, ia mengaku hanya menerima janji tanpa kepastian kapan dokumen itu akan diserahkan.

Kekecewaan pelanggan memuncak saat dirinya mendatangi langsung kantor PT TDM Cabang Ketapang di Jalan Ahmad Yani. Alih-alih memperoleh jawaban pasti, Jumi justru mengaku menerima informasi yang berbeda dari petugas yang ditemuinya dan terkesan lempar sana sini.

Menurut pengakuannya, petugas bagian penyerahan STNK dan BPKB bernama Harris menyampaikan bahwa STNK miliknya telah dititipkan kepada sales yang menangani transaksi penjualan, yakni Febri.

Namun ketika hal itu dikonfirmasi kepada sales yang bersangkutan, Jumi mengaku kembali menerima jawaban berbeda.

“Petugas bilang STNK saya sudah dititipkan ke sales. Tetapi saat saya tanyakan ke sales, jawabannya STNK sudah dikirim ke Sandai. Sampai sekarang saya tidak tahu sebenarnya STNK itu berada di mana,” ungkapnya.

Perbedaan keterangan tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengenai keberadaan dokumen kendaraan yang seharusnya telah diterima pelanggan sejak lama. Jumi menilai tidak sinkronnya informasi antarpetugas menunjukkan adanya persoalan dalam tata kelola administrasi dan pengawasan dokumen di internal perusahaan.

Selain mempersoalkan STNK, Jumi juga menyoroti janji promosi berupa empat botol oli gratis yang disebut ditawarkan saat pembelian motor. Namun hingga saat ini, ia mengaku baru menerima satu botol oli.

“Yang dijanjikan empat botol oli gratis. Sampai sekarang yang saya terima baru satu botol,” katanya.

Jumi berharap pihak dealer segera memberikan penjelasan terbuka mengenai keberadaan STNK miliknya dan memenuhi hak-hak konsumen yang hingga kini belum diterimanya.

Sementara itu, Kibaunews berupaya melakukan konfirmasi kepada petugas bagian penyerahan STNK dan BPKB, Harris. Namun dari hasil konfirmasi yang dilakukan, belum diperoleh penjelasan rinci mengenai keberadaan dokumen tersebut.

Dari Media juga menghubungi sales yang menangani penjualan motor, Febri. Saat dimintai penjelasan terkait keberadaan STNK pelanggan, yang bersangkutan mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi dokumen tersebut.

“Saya bingung, Bang. Dokumen itu sekarang dengan siapa. Saya juga sudah coba menanyakan, tetapi pesan WhatsApp saya belum dibalas,” ujar Febri.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT TDM Cabang Ketapang terkait keluhan pelanggan tersebut maupun perbedaan informasi mengenai keberadaan STNK yang dipersoalkan.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut hak konsumen atas dokumen kendaraan yang telah dibeli. Publik pun menunggu penjelasan resmi dari pihak perusahaan mengenai alasan keterlambatan penyerahan STNK serta kepastian keberadaan dokumen tersebut.

Reporter Slamet
Detik Reportase com kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250