BeritaEkonomiNasional

Rapat Terbatas Presiden Prabowo di Hambalang, Arah Baru Ekonomi Nasional Mulai Tekstil hingga Industri Chip

532
×

Rapat Terbatas Presiden Prabowo di Hambalang, Arah Baru Ekonomi Nasional Mulai Tekstil hingga Industri Chip

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Hambalang, Bogor, membahas arah baru ekonomi nasional, industri tekstil, dan semikonduktor
Fhoto : Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (11/1/2026), membahas penguatan industri tekstil, pengembangan industri chip, percepatan hilirisasi, dan ketahanan energi nasional.

Rapat Terbatas Digelar Di Kediaman Pribadi Presiden

BOGOR, JAWA BARAT | DETIKREPORTASE.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Januari 2026. Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang menyentuh langsung arah baru pembangunan ekonomi nasional.

Pertemuan berlangsung dalam suasana tertutup namun intens, dengan fokus pada penguatan industri nasional, percepatan hilirisasi, serta pengembangan teknologi masa depan yang dinilai krusial bagi daya saing Indonesia di tingkat global. Rapat ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo dalam menata fondasi ekonomi nasional secara terarah dan berkelanjutan.

 

Revitalisasi Industri Tekstil Dan Penguatan Rantai Pasok

Salah satu isu utama yang dibahas dalam rapat terbatas tersebut adalah penguatan industri tekstil dan garmen nasional. Presiden Prabowo secara khusus meminta agar dilakukan revitalisasi menyeluruh terhadap rantai pasok industri tekstil, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Penguatan supply chain dipandang penting untuk mengembalikan daya saing industri tekstil nasional yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan berat, baik dari serbuan produk impor maupun dinamika pasar global. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta mendorong kebangkitan industri padat karya di dalam negeri.

Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, mengingat industri tekstil memiliki kontribusi besar terhadap lapangan kerja dan perekonomian nasional.

 

Otomotif Dan Elektronik Menuju Industri Semikonduktor

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penguatan sektor otomotif dan elektronik melalui investasi strategis dalam pengembangan teknologi semikonduktor. Pemerintah menargetkan pembangunan industri chip nasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang ekonomi Indonesia.

Industri semikonduktor dinilai sebagai tulang punggung industri masa depan yang akan dimanfaatkan untuk sektor otomotif, digital, hingga elektronik. Penguasaan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor serta memperkuat kemandirian dan ketahanan industri nasional.

Pengembangan industri chip juga membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi teknologi, sekaligus membawa Indonesia masuk ke rantai nilai global industri teknologi tinggi.

 

Hilirisasi Dipercepat, Enam Proyek Baru Siap Dimulai

Rapat terbatas di Hambalang turut membahas perkembangan rencana groundbreaking enam titik baru proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai USD6 miliar yang dijadwalkan dimulai pada awal Februari 2026. Proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Hilirisasi diposisikan sebagai kunci untuk memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan penerimaan negara, serta menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah. Presiden Prabowo menaruh perhatian serius agar proyek-proyek ini berjalan tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional maupun daerah.

Dengan percepatan hilirisasi, pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang kompetitif di pasar internasional.

 

RDMP Balikpapan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Selain agenda industri dan hilirisasi, rapat terbatas tersebut juga menyinggung rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026.

Proyek RDMP Balikpapan menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan ketahanan energi nasional. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pengolahan minyak dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, serta mendukung target kemandirian energi nasional.

Keberadaan RDMP Balikpapan juga dinilai strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

 

Jajaran Menteri Hadir Bahas Arah Strategis Nasional

Rapat terbatas Presiden Prabowo di Hambalang dihadiri oleh sejumlah menteri kunci, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Kehadiran lintas kementerian tersebut mencerminkan pendekatan terintegrasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi nasional, mulai dari sektor industri, investasi, energi, pendidikan, hingga pertanian.

Informasi mengenai rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto di Hambalang tersebut disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Dalam keterangan yang disampaikan, Presiden membahas penguatan industri nasional, pengembangan teknologi semikonduktor, percepatan proyek hilirisasi, serta agenda peresmian infrastruktur energi strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dan daya saing Indonesia ke depan.

Rapat terbatas di Hambalang ini menjadi penanda bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dan fokus dalam menyiapkan arah baru ekonomi nasional yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berorientasi pada industri masa depan.

Langkah-langkah strategis yang dibahas diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka menengah dan panjang.

✍️ Tim | detikreportase.com | Bogor – Jawa Barat

DETIKREPORTASE.COM : Ekonomi Nasional, Hilirisasi, Industri Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250