BeritaNusa Tenggara Timur

Puskesmas Nanga Lela Sikka Diresmikan Bupati Juventus: Benarkah Ini Jawaban Atas 18 Tahun Penantian Pelayanan Kesehatan Warga?

522
×

Puskesmas Nanga Lela Sikka Diresmikan Bupati Juventus: Benarkah Ini Jawaban Atas 18 Tahun Penantian Pelayanan Kesehatan Warga?

Sebarkan artikel ini
Bupati Sikka meresmikan Puskesmas Nanga Kecamatan Lela Kabupaten Sikka NTT
Fhoto : Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat meresmikan gedung baru UPTD Puskesmas Nanga di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Selasa (20/1/2026).

Peresmian puskesmas nanga jadi simbol perubahan layanan

MAUMERE | DETIKREPORTASE.COM – Pemerintah Kabupaten Sikka kembali menorehkan langkah strategis di sektor kesehatan. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, secara resmi meresmikan gedung baru UPTD Puskesmas Nanga di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (20/1/2026). Gedung dua lantai yang berdiri megah ini disiapkan untuk melayani masyarakat dari sembilan desa di Kecamatan Lela secara lebih optimal, nyaman, dan bermartabat.

Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan layanan kesehatan di wilayah pedesaan Sikka. Selama bertahun-tahun, warga Kecamatan Lela harus bergelut dengan keterbatasan sarana pelayanan medis. Kini, hadirnya gedung puskesmas yang representatif menandai perubahan besar dalam wajah pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Bupati Juventus menegaskan bahwa kehadiran gedung baru ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Kehadiran gedung puskesmas yang megah ini menunjukkan bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang maksimal dan itu harus didukung oleh semua pihak,” ujar Bupati di hadapan tenaga kesehatan dan masyarakat.

 

Komitmen bupati tekankan pelayanan ramah dan bersih

Dalam sambutannya, Bupati Juventus tidak hanya menyoroti kemegahan bangunan, tetapi juga menekankan pentingnya budaya pelayanan yang bersih, tertib, dan humanis. Ia mengingatkan seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Nanga agar merawat gedung yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut.

“Jangan sampai kita punya gedung megah, tetapi lingkungannya kotor dan penuh sampah. Ini fasilitas publik, maka harus dijaga bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati juga menekankan pentingnya sikap ramah, senyum, dan sapaan dalam setiap pelayanan. Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh alat dan bangunan, tetapi juga oleh cara petugas memperlakukan pasien.

Ketua DPRD Sikka, Stef Sumandi, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, memberikan apresiasi kepada Bupati Sikka dan Kepala Dinas Kesehatan atas keberhasilan membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, sehingga berbagai proyek kesehatan di Sikka dapat terwujud.

“Kehadiran Puskesmas Nanga bukan hanya sebagai sarana dan fasilitas yang memadai, tetapi harus menghadirkan rutinitas baru. Gedung megah tidak akan bermanfaat jika tidak ditunjang dengan pelayanan yang maksimal,” tandas Stef.

 

Fasilitas modern dan pengawasan ketat tenaga kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menjelaskan bahwa Puskesmas Nanga kini dilengkapi dengan fasilitas yang jauh lebih lengkap dibandingkan sebelumnya. Mulai dari ruang gawat darurat yang lebih luas, ruang persalinan yang representatif, hingga poli umum dan poli gigi dengan standar kenyamanan tinggi.

Tak hanya itu, seluruh ruangan utama telah dilengkapi pendingin udara dan sistem CCTV yang terkoneksi langsung ke ruang Kepala Dinas Kesehatan sebagai bagian dari sistem pengawasan layanan.

“Saya akan terus memantau para tenaga kesehatan di Puskesmas Nanga. Jangan sampai karena ruangan ber-AC lalu mengantuk dan tidak memberikan pelayanan optimal,” ujar Herlemus disambut tawa para tenaga kesehatan yang hadir.

Ia juga menantang seluruh tenaga kesehatan agar bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab. Menurut Herlemus, peningkatan status Puskesmas Nanga dari rawat jalan menjadi rawat inap hanya bisa tercapai jika indikator kesehatan masyarakat menunjukkan perbaikan nyata.

“Jika angka demam berdarah, kematian ibu dan bayi, stunting, dan gizi buruk bisa ditekan, maka Puskesmas Nanga bisa naik status menjadi rawat inap. Itu tantangan kita bersama,” tegasnya.

 

Penantian 18 tahun warga lela akhirnya terjawab

Camat Lela, Konstantinus Saru, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terealisasinya pembangunan puskesmas tersebut. Ia menyebut, sejak tahun 2007 masyarakat Kecamatan Lela telah menantikan hadirnya fasilitas kesehatan yang layak dan representatif.

“Atas nama pemerintah dan warga Kecamatan Lela, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka dan semua pihak yang telah mewujudkan kehadiran gedung megah ini,” ungkapnya.

Konstantinus mengingatkan para tenaga kesehatan agar memanfaatkan fasilitas tersebut dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Ia menggunakan metafora yang kuat bahwa tenaga kesehatan harus menjadi pelita bagi masyarakat.

“Pelita yang menyala harus ditempatkan di kaki dian, bukan disembunyikan di bawah tempat tidur. Artinya, pelayanan harus benar-benar dirasakan oleh warga,” ujarnya.

Peresmian Puskesmas Nanga diawali dengan misa pemberkatan gedung yang dipimpin oleh Pastor Paroki Lela, RD Arkadius Dhosa. Gedung dua lantai ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp6 miliar melalui Dana Alokasi Khusus dan dikerjakan oleh CV Bintang Pratama. Dengan beroperasinya fasilitas ini, diharapkan cakupan pelayanan kesehatan bagi sembilan desa di Kecamatan Lela semakin optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur

DETIKREPORTASE.COM : Layanan Kesehatan Berkualitas, Masyarakat Sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250