Aksi unjuk rasa soroti lambannya penetapan tersangka serta minta pengawasan proyek pengeboran Dinas Pertanian.
JENEPONTO — DETIKREPORTASE.COM | Memanfaatkan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIE dan STKIP YAPTI Cabang Jeneponto menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto pada Rabu (28/10/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk tekanan publik terhadap penegak hukum untuk mempercepat penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jeneponto.
Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2023–2024 tersebut dikerjakan pada 18 titik lokasi dengan nilai anggaran kumulatif mencapai Rp8 miliar.
Tuntut Kejari Bekerja Transparan dan Tanpa Pandang Bulu
Jenderal Lapangan Fajar Saputra menegaskan bahwa aksi ini merupakan tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal supremasi hukum. Pihaknya mendesak Kejari Jeneponto untuk tidak membiarkan perkara ini mengambang tanpa kepastian hukum.
“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk perlawanan nyata terhadap segala bentuk kezaliman dan dugaan penyimpangan. Kami mendesak Kejaksaan Negeri Jeneponto untuk menunjukkan keseriusan dalam menangani dugaan korupsi proyek SPAM yang diduga melibatkan oknum tidak bertanggung jawab,” tegas Fajar.
Fajar juga mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak bersikap tebang pilih serta harus berani membuka progres penyidikan secara berkala kepada publik.
“Kami tegaskan, Kejaksaan jangan bermain-main dalam pemberantasan korupsi. Jangan sampai penegakan hukum terkesan tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Masyarakat membutuhkan transparansi dan tindakan nyata, bukan sekadar pemanggilan atau pemeriksaan tanpa kejelasan,” lanjutnya.
Soroti Proyek Pengeboran Dinas Pertanian dan Siap Aksi Lanjutan
Selain proyek SPAM, HMI juga menuntut Kejari Jeneponto melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek pengeboran kelompok tani pada Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto guna mengantisipasi praktik penyelewengan anggaran.
“Jangan sampai ada permainan dalam proyek pengeboran Dinas Pertanian yang dikerjakan melalui kelompok tani. Rakyat hari ini membutuhkan dekapan nyata dari pemerintah, dan menolak dijadikan sapi perah oleh oknum pihak tertentu,” pungkas Fajar.
Massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah gelombang massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti secara konkret. Jalannya unjuk rasa berlangsung damai di bawah pengawalan humanis aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Jeneponto, Kompol Saharuddin, S.H., M.H.
Menanti Keberanian Hukum Menuntaskan Kasus Air Bersih
Gelombang aksi yang diusung mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda ini menjadi cermin besarnya harapan masyarakat akan lahirnya penegakan hukum yang adil dan berani. Penuntasan dugaan korupsi proyek SPAM senilai Rp8 miliar ini bukan sekadar soal pengusutan anggaran negara, melainkan tentang pemenuhan hak-hak dasar rakyat atas akses air bersih yang layak di Kabupaten Jeneponto.
✍ Reportase : Alim Pongjaringgi | Editor : Redaksi | Jeneponto – Sulawesi Selatan.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Pemberantasan Korupsi, Mendorong Penegakan Hukum yang Adil dan Transparan.





