Polres Binjai Ungkap Puluhan Kasus Narkotika dalam 20 Hari Operasi
BINJAI|DETIKREPORTASE.COM – Komitmen Polres Binjai dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan melalui keberhasilan pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026.
Selama 20 hari pelaksanaan operasi yang berlangsung sejak 13 Mei hingga 2 Juni 2026, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Binjai berhasil mengungkap 23 kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan sebanyak 28 tersangka.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras personel Polres Binjai yang didukung sinergi lintas instansi serta partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait dugaan aktivitas peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Binjai.
Dalam konferensi pers yang dipimpin Wakapolres Binjai Kompol Sofyan, terungkap bahwa dari total 28 tersangka yang diamankan, terdapat enam orang yang merupakan residivis kasus narkotika.
Barang Bukti Sabu, Ekstasi, Ganja hingga Kendaraan Disita
Selain mengamankan para tersangka, petugas juga berhasil menyita berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.
Barang bukti tersebut terdiri dari sabu seberat 30,49 gram, 24 butir ekstasi, ganja seberat 46,86 gram, 10 unit telepon seluler, sembilan unit kendaraan bermotor, serta uang tunai sebesar Rp250.000 yang diduga terkait aktivitas transaksi narkotika.
Menurut pihak kepolisian, pengungkapan tersebut menjadi bukti bahwa peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius yang harus ditangani secara berkelanjutan melalui pendekatan penegakan hukum dan pencegahan.
Dalam konteks penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika dan berbagai kejahatan lainnya, masyarakat dapat memahami perkembangan regulasi nasional melalui artikel berikut:
Baca selengkapnya di sini:
Gerebek Sarang Narkoba dan Pembongkaran Barak Jadi Langkah Tegas
Tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku, Polres Binjai juga mengedepankan langkah preventif dan preemtif melalui kegiatan Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di sejumlah lokasi yang selama ini diduga menjadi tempat transaksi dan penyalahgunaan narkoba.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan berbagai barang bukti berupa 15 alat hisap sabu (bong), 46 buah mancis, dua kaca pirex, dua plastik transparan berisi sabu seberat 0,79 gram, dua timbangan elektrik, tiga unit telepon genggam, 20 unit sepeda motor, satu unit sepeda listrik, 15 mesin judi jackpot, satu mesin judi tembak ikan, uang tunai Rp1.416.000, serta tiga unit handy talky (HT).
Sebagai bentuk keseriusan memberantas peredaran narkoba hingga ke akarnya, bangunan yang digunakan sebagai barak dan lokasi penyalahgunaan narkoba langsung dibongkar serta dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika.
Dalam berbagai kasus yang menjadi perhatian publik nasional, pengawasan yang konsisten dan tata kelola penegakan hukum yang transparan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Kolaborasi Jadi Kunci Mewujudkan Binjai Bersih Narkoba
Polres Binjai juga memperkuat langkah pencegahan melalui koordinasi dan kolaborasi bersama BNNK Binjai, Satpol PP, serta Subdenpom I/5-2 Binjai dalam melakukan pengawasan dan penertiban sejumlah tempat hiburan malam yang dinilai rawan terhadap penyalahgunaan narkotika.
Strategi terpadu tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa.
Melalui Wakapolres Binjai, Kapolres Binjai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110.
“Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Polres Binjai dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Perang terhadap narkoba tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Bersama, kita wujudkan Binjai yang aman, sehat, dan bebas narkoba,” tegas Kompol Sofyan.
Selain penegakan hukum, keberhasilan pembangunan daerah juga membutuhkan lingkungan sosial yang sehat, produktif, dan bebas dari berbagai ancaman kriminalitas.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
✍️ Candra | detikreportase.com | Binjai – Sumatera Utara
DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Indonesia Bersih dari Narkoba





