HMI Pelalawan Dukung Z-Park Kerinci Skyland sebagai Model Ekonomi Berbasis Sosial
PELALAWAN | DETIKREPORTASE.COM – Dukungan terhadap pengembangan Z-Park Kerinci Skyland di Kabupaten Pelalawan terus menguat dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Kehadiran destinasi wisata berbasis sosial ini dinilai bukan hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai model baru pengelolaan ekonomi umat yang lebih inklusif dan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Z-Park yang dikelola oleh Koperasi Berkah Orang Miskin disebut membawa pendekatan berbeda dalam industri wisata lokal. Tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya kelompok rentan dan pelaku usaha kecil.
HMI Pelalawan Nilai Z-Park sebagai Inovasi Wisata Berbasis Sosial
Sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pelalawan menyampaikan pandangan positif terhadap keberadaan Z-Park. Mereka menilai konsep yang diusung sebagai bentuk inovasi dalam menggabungkan sektor wisata dan pemberdayaan sosial ekonomi.
Salah satu aktivis HMI Pelalawan, Zikrillah, menilai Z-Park sebagai langkah progresif dalam mengelola potensi ekonomi berbasis komunitas.
“Kami mendukung penuh pengembangan Z-Park. Ini bukan hanya tempat wisata, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak langsung,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, model seperti ini penting untuk diperluas karena mampu membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat kecil. Ia juga menekankan bahwa pengelolaan berbasis koperasi memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi warga.
Dalam konteks tata kelola kelembagaan sosial dan ekonomi, pendekatan seperti ini juga dinilai membutuhkan kepastian aturan yang jelas agar tetap berada dalam koridor hukum yang kuat.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Dampak Ekonomi: UMKM Tumbuh dan Lapangan Kerja Baru Terbuka
Selain mendapat dukungan dari kalangan mahasiswa, Z-Park juga mulai menunjukkan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dilaporkan mulai tumbuh seiring meningkatnya aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Pedagang makanan, penyedia jasa parkir, hingga usaha kecil berbasis kerajinan lokal mulai mendapatkan ruang ekonomi baru. Hal ini dinilai sebagai efek domino dari berkembangnya destinasi wisata berbasis komunitas.
Konsep pemberdayaan seperti ini juga sejalan dengan berbagai upaya penguatan ekonomi masyarakat di sektor lain, termasuk pertanian dan ketahanan pangan. Dalam beberapa kasus nasional, isu distribusi dan tata kelola bantuan seperti pupuk subsidi menjadi perhatian penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi akar rumput.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Dengan pendekatan yang lebih inklusif, Z-Park dinilai mampu menjadi salah satu contoh bagaimana sektor wisata dapat terhubung langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan prinsip keadilan sosial.
Model Wisata Sosial dan Tantangan Tata Kelola Berkelanjutan
Dukungan terhadap Z-Park juga datang dari kalangan yang menilai bahwa konsep wisata berbasis sosial ini perlu dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ari Smokel menyebut bahwa hingga saat ini sekitar 420 orang telah merasakan manfaat langsung dari operasional kawasan tersebut.
“Z-Park tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga wadah pemberdayaan bagi masyarakat kurang mampu dan anak yatim,” ujarnya.
Namun demikian, model seperti ini juga tidak lepas dari tantangan, terutama dalam aspek transparansi, pengelolaan dana, dan akuntabilitas kelembagaan. Dalam berbagai kasus nasional, isu tata kelola publik sering menjadi perhatian, termasuk dalam dinamika penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di berbagai sektor.
Sebagai refleksi nasional, penguatan integritas kelembagaan menjadi penting agar setiap inisiatif sosial tetap berada pada jalur yang tepat.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Harapan Menjadi Model Nasional Wisata Berbasis Pemberdayaan
Para aktivis HMI Pelalawan berharap Z-Park dapat terus berkembang dan menjadi model wisata berbasis sosial yang bisa direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia. Mereka menilai konsep ini memiliki potensi besar sebagai alternatif pembangunan ekonomi daerah yang lebih merata.
Selain sebagai destinasi wisata, Z-Park juga diharapkan menjadi ruang edukasi ekonomi kerakyatan, tempat belajar mahasiswa, serta wadah kolaborasi antara masyarakat, koperasi, dan pelaku usaha lokal.
Dengan dukungan berbagai pihak, Z-Park diproyeksikan menjadi ikon wisata Pelalawan sekaligus simbol transformasi ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan.
✍️ Redaksi | detikreportase.com | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Transformasi Ekonomi Kerakyatan





