BeritaJawa Tengah

NASIONAL | Warga Purworejo Meninggal Setelah Diduga Minum Alkohol Murni Campur Soda, Apa Penyebab Pastinya?

×

NASIONAL | Warga Purworejo Meninggal Setelah Diduga Minum Alkohol Murni Campur Soda, Apa Penyebab Pastinya?

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Kedungsri Purworejo meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi alkohol murni yang dicampur minuman bersoda.
Ilustrasi peristiwa dugaan keracunan setelah mengonsumsi alkohol murni yang dicampur minuman bersoda di Kabupaten Purworejo.

Korban Sempat Mengeluh Tidak Nyaman dan Meminta Air Putih

PURWOREJO|DETIKREPORTASE.COM – Seorang warga Desa Kedungsri, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berinisial SPL dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi alkohol murni yang dicampur dengan minuman bersoda.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (31/5/2026) dan mengejutkan warga sekitar. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPL bersama rekannya berinisial MK diduga membeli alkohol murni dari salah satu apotek di wilayah Kecamatan Butuh. Alkohol tersebut kemudian dicampur dengan minuman bersoda dan dikonsumsi bersama pada Sabtu malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Beberapa jam setelah mengonsumsi campuran tersebut, keduanya dilaporkan mulai mengalami gangguan kesehatan.

Sekitar tengah malam, SPL sempat mendatangi rumah salah seorang tetangganya untuk meminta air putih. Diduga korban merasakan panas atau ketidaknyamanan pada tubuhnya setelah mengonsumsi campuran alkohol tersebut.

Setelah diberikan air minum, korban kembali ke rumah untuk beristirahat.

Rekan Korban Juga Mengalami Gejala Gangguan Kesehatan

Sementara itu, MK juga mengalami sejumlah keluhan yang diduga muncul setelah mengonsumsi campuran alkohol tersebut.

Gejala yang dirasakan antara lain mual, pusing, mata berkunang-kunang, serta kondisi tubuh yang lemas. Namun, kondisi MK dilaporkan berangsur membaik.

Pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, MK mengetahui bahwa SPL telah meninggal dunia. Informasi tersebut kemudian menyebar dan menjadi perhatian masyarakat setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai hasil pemeriksaan maupun penyebab pasti kematian korban.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

Alkohol Medis Tidak Diperuntukkan untuk Dikonsumsi

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat mengenai bahaya penggunaan alkohol medis di luar peruntukannya.

Secara umum, alkohol yang dijual untuk kebutuhan medis digunakan sebagai antiseptik atau cairan pembersih untuk pemakaian luar dan bukan untuk dikonsumsi.

Para tenaga kesehatan menjelaskan bahwa konsumsi alkohol berkadar tinggi dapat menimbulkan berbagai risiko serius bagi tubuh, mulai dari iritasi saluran pencernaan hingga keracunan akut.

Dalam kondisi tertentu, konsumsi alkohol berkadar tinggi dapat memicu gangguan kesadaran, muntah hebat, gangguan pernapasan, penurunan tekanan darah, hingga kondisi yang mengancam keselamatan jiwa.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Masyarakat Diimbau Tidak Menyalahgunakan Produk Medis

Risiko kesehatan dapat semakin meningkat apabila alkohol yang dikonsumsi bukan termasuk kategori alkohol pangan (food grade) atau mengandung bahan tambahan yang tidak aman bagi tubuh manusia.

Dalam sejumlah kasus, keracunan alkohol dapat menyebabkan gangguan pada organ vital seperti hati, ginjal, serta sistem saraf pusat dalam waktu relatif singkat.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan produk medis sesuai petunjuk dan peruntukannya guna menghindari risiko yang dapat membahayakan kesehatan maupun keselamatan.

Peristiwa yang menimpa SPL menjadi pengingat penting bahwa penggunaan bahan kimia atau produk medis di luar fungsi yang telah ditetapkan dapat menimbulkan dampak serius yang tidak diinginkan.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Pihak keluarga dan masyarakat kini menantikan hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. DetikReportase.com akan terus memantau perkembangan informasi terkait peristiwa tersebut.

✍️ Edvin Riswanto | detikreportase.com | Purworejo – Jawa Tengah

DETIKREPORTASE.COM : Mengedukasi Publik untuk Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250