Petugas Pintu Air Keluhkan Tumpukan Sampah Setiap Hari
TASIKMALAYA|DETIKREPORTASE.COM – Tumpukan sampah yang terus menumpuk di pintu air Irigasi Cimulu, Kota Tasikmalaya, dikeluhkan para petugas Penjaga Pintu Air (PPA) di bawah UPTD BPSDA Provinsi Jawa Barat wilayah Sungai Citanduy. Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena berpotensi memicu banjir akibat aliran air yang tersumbat.
Sampah rumah tangga yang terbawa arus dari saluran irigasi disebut datang setiap hari tanpa henti dan menyangkut di saringan pintu air. Situasi tersebut membuat petugas tidak hanya menjalankan fungsi pengaturan debit air, tetapi juga harus disibukkan dengan membersihkan tumpukan sampah.
Zenal, salah seorang petugas PPA di wilayah Irigasi Teknis Cimulu, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut terjadi hampir setiap hari dari pagi hingga sore.
“Sampah terus mengalir tanpa henti. Ini sangat mengganggu tugas utama kami dalam menjaga dan mengatur aliran air,” ujarnya.
Beban Petugas Bertambah, Risiko Banjir Meningkat
Selain menjalankan tugas utama dalam pengelolaan aliran irigasi, para petugas juga harus mengangkut sampah yang tersangkut di saringan pintu air dan memindahkannya ke tempat penampungan sementara.
Kondisi ini dinilai menambah beban kerja petugas, karena persoalan sampah sejatinya bukan bagian utama dari tugas teknis pengelolaan air.
Zenal menegaskan bahwa saluran irigasi bukan tempat pembuangan sampah. Ia mengingatkan kebiasaan membuang limbah rumah tangga ke aliran air dapat menyebabkan penyumbatan serius dan memicu banjir di kawasan sekitar.
“Kalau terus dibiarkan, ini bisa membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Untuk memahami bagaimana tanggung jawab publik terhadap lingkungan juga berkaitan dengan konsekuensi hukum dan aturan yang berlaku, masyarakat dapat merujuk pada regulasi yang berlaku.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Aktivis Soroti Lemahnya Penanganan Sampah
Kritik juga datang dari aktivis peduli lingkungan, Uus Kuswandana, yang menilai penanganan sampah di Kota Tasikmalaya masih lemah dan belum menunjukkan perubahan signifikan.
Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya terlihat di saluran irigasi, tetapi juga masih banyak ditemukan di sudut kota, sungai, dan drainase yang menjadi pemicu utama banjir.
“Masih banyak sampah berserakan di sudut-sudut kota, bahkan di sungai dan saluran air. Ini menjadi penyebab utama banjir akibat tersumbatnya aliran air,” ujarnya.
Uus menilai pemerintah daerah belum memiliki konsep yang kuat dan terukur dalam menyelesaikan persoalan sampah, khususnya dari hulu hingga hilir.
Fenomena buruknya tata kelola sampah daerah ini juga mencerminkan persoalan lingkungan yang lebih luas secara nasional.
Lihat peta besarnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Edukasi Warga Dinilai Jadi Kunci
Menurut Uus, persoalan sampah harus diselesaikan dari sumber utamanya, yakni rumah tangga. Karena itu, edukasi dan sosialisasi berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat.
Ia mendorong pemerintah daerah, aparat kelurahan, dan instansi terkait untuk lebih aktif melakukan edukasi lingkungan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Masalah sampah ini sudah sangat krusial. Perlu sosialisasi aktif dan edukasi masif agar masyarakat sadar dan mau berubah,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi saat hendak dikonfirmasi. Berdasarkan informasi petugas keamanan, sejumlah pejabat terkait disebut sedang menjalankan dinas lapangan.
Kondisi ini kembali menegaskan pentingnya tata kelola lingkungan yang serius dan berkelanjutan, sebagaimana tantangan serupa yang juga muncul di sektor lain secara nasional.
Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, tumpukan sampah di pintu air Irigasi Cimulu bukan hanya mengganggu petugas, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan lingkungan dan warga sekitar.
✍️ Maman M | detikreportase.com | Tasikmalaya – Jawa Barat
DETIKREPORTASE.COM : Lingkungan Bersih, Kota Tangguh





