Pertemuan strategis di Kabupaten Sikka
SIKKA | DETIKREPORTASE.COM – Suasana diskusi penuh gagasan mewarnai pertemuan Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, dengan R.P. Dr. Johanes Haryatmoko, SJ atau yang akrab disapa Romo Moko. Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju perencanaan pembangunan Sikka 2026 dengan fokus pada energi hijau dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Bagi masyarakat Sikka, pertemuan ini menjadi harapan baru. Energi hijau dianggap sebagai jawaban atas kebutuhan penerangan di desa-desa terpencil yang selama ini masih terbatas. Di sisi lain, grand desain pariwisata diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja, dan memperkenalkan keindahan Sikka ke panggung nasional bahkan internasional.
Romo Moko, akademisi dan penggerak etika publik
Romo Moko bukan sosok yang asing di dunia pendidikan Indonesia. Ia merupakan dosen tetap di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus pengajar tamu di Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan program doktor di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Selain itu, ia kerap memberikan pelatihan etika di berbagai perguruan tinggi dan perusahaan nasional. Dalam pertemuan ini, Romo Moko menyampaikan gagasan pemanfaatan energi surya untuk penerangan publik. “Lampu jalan dan lampu taman akan menggunakan sistem sensor, sehingga hanya menyala ketika ada kendaraan atau orang yang melintas. Konsepnya lebih efisien karena berbasis sewa dan pemeliharaan jangka panjang hingga 10 tahun,” jelasnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat menghemat anggaran daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Teknologi berbasis energi terbarukan seperti ini akan menjadi salah satu pilar penting pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sikka.
Grand desain pariwisata berbasis KSO
Selain membahas energi hijau, pertemuan ini juga mengupas rencana Pemerintah Kabupaten Sikka untuk mengembangkan spot wisata unggulan melalui grand desain pariwisata. Sistem pengelolaan akan berbasis Kerja Sama Operasi (KSO) dengan target implementasi pada tahun 2026. “Pembangunan energi hijau dan pariwisata berkelanjutan adalah jalan menuju masa depan Sikka. Dengan pengalaman dan pemikiran Romo Moko, kami yakin kolaborasi ini akan membuka peluang besar untuk kemajuan daerah,” tegas Wakil Bupati.
Rencana ini diharapkan dapat menciptakan kawasan wisata yang tertata rapi, ramah lingkungan, dan menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pemerintah daerah akan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama agar manfaat ekonomi bisa dirasakan secara langsung.
Sikka menuju pembangunan berkelanjutan
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Sikka siap bergerak menuju pembangunan yang ramah lingkungan, modern, dan berbasis potensi lokal. Kolaborasi pemerintah daerah, akademisi, dan tokoh masyarakat menjadi fondasi penting untuk mencapai target 2026. Bagi generasi muda, langkah ini memberi inspirasi bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang masa depan bumi yang lebih hijau. Jika program ini berjalan sesuai rencana, Sikka berpotensi menjadi model kabupaten berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.
✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – NTT
DETIKREPORTASE.COM : SIKKA HIJAU, PARIWISATA MAJU, MASYARAKAT SEJAHTERA


