Jarum jam menunjukkan angka sepuluh pagi saat sejumlah personel Polres Batu Bara berpencar ke pelosok desa. Minggu (15/3/2026), di tengah rutinitas hari libur, jajaran kepolisian di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, memilih turun ke lapangan. Mereka menggelar aksi serentak bertajuk “Minggu Kasih”, sebuah inisiatif yang diklaim sebagai upaya untuk merapatkan jarak antara institusi kepolisian dan masyarakat akar rumput.
Aksi ini bukan sekadar ritual bagi-bagi sembako. Di beberapa titik, aparat kepolisian memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyisipkan edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama ancaman peredaran narkoba yang belakangan dianggap semakin menyasar kalangan muda.

Di Kampung Nainggolan, Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kasat Resnarkoba Polres Batu Bara AKP Arifin Purba tampak memimpin langsung timnya. Di sana, bantuan sembako diserahkan dengan pesan yang tegas: narkoba bukan hanya musuh hukum, tapi perusak masa depan keluarga. Bersama KBO Satresnarkoba IPDA A. Murphi Sitinjak dan Brigadir Hidayat A. Rambe, ia berusaha membangun dialog dengan warga setempat mengenai pentingnya lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan obat terlarang.
Pola serupa terlihat di berbagai kecamatan. Di Desa Tanjung Muda, Kecamatan Air Putih, Waka Polsek Indrapura IPTU M. Siregar memimpin rombongan menyambangi warga kurang mampu untuk memberikan bantuan beras. Sementara di Polsek Lima Puluh, fokus kegiatan dialihkan ke lingkungan gereja. Personel seperti IPDA Yulfian Tarigan dan IPDA Wira Hidayat tampak menyalurkan bantuan kepada warga seperti M. Sinaga, 60 tahun, dan Zoel Damanik, 40 tahun, di sekitar kawasan Gereja HKBP Lima Puluh Kota.

Tak mau ketinggalan, jajaran Polsek Medang Deras yang dipimpin AKP A.H. juga menyisir warga di sekitar Mapolsek, memberikan bantuan gula dan beras. Di wilayah hukum Polsek Labuhan Ruku, Kompol Cecep Suhendra turut ambil bagian dengan membagikan paket sembako—terdiri dari beras, telur, hingga mi instan—kepada warga di Lingkungan I, Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi.
Bagi Kompol Cecep, kegiatan ini adalah cara Polri untuk melampaui tugas-tugas penegakan hukum yang kaku. “Ini adalah bentuk kepedulian yang konkret. Kami berharap bantuan ini meringankan beban masyarakat, sekaligus membangun kepercayaan bahwa polisi hadir sebagai mitra, bukan hanya sekadar aparat penegak hukum,” kata Cecep kepada Tempo.
Program “Minggu Kasih” ini mencerminkan upaya kepolisian di daerah untuk menjawab tantangan sosial yang kerap terabaikan di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Dengan terjun langsung, Polres Batu Bara mencoba memetakan masalah sosial sekaligus memelihara kondusifitas wilayah melalui pendekatan yang lebih “membumi”.

Di penghujung hari, aksi ini setidaknya memberikan pesan bahwa di hari Minggu, kehadiran negara—lewat seragam polisi—masih dirasakan oleh mereka yang berada di pinggiran ekonomi.
Sumber : Humas Polres Batu Bara
Jurnalis : Boys-3





