SIKKA |DETIKREPORTASE.COM–
Air mata tak terbendung di wajah Martina Bala, seorang janda miskin asal Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, saat rumah reyotnya didatangi langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, pada Rabu (7/5/2025). Tangis Martina bukan karena kesedihan, melainkan rasa haru yang dalam saat pemerintah akhirnya menyentuh kehidupannya yang lama terabaikan.
Kisah pilu Martina ramai diberitakan media dalam sepekan terakhir. Ia tinggal bersama keempat anaknya di sebuah rumah kayu yang nyaris roboh. Untuk menopang atap dan dinding, ia hanya mengandalkan bambu dan doa. Tak punya penghasilan tetap, Martina mengandalkan tenunan sarung yang dijual seadanya di pasar. Kadang cukup untuk makan, seringkali tidak.
Janda Tangguh, Rumah Reyot, dan Harapan yang Tak Pernah Padam
Suaminya telah lama pergi meninggalkan ia dan enam anak mereka. Sejak itu, Martina menjadi ibu sekaligus ayah, merawat dan membesarkan anak-anaknya sendirian. Pada tahun 2019, hasil jerih payah anak sulungnya yang merantau memungkinkan mereka membeli sebidang tanah kecil di Hoder. Namun, membangun rumah layak masih jadi mimpi yang tak terjangkau.
“Kami mau makan saja susah, apalagi bangun rumah. Rumah ini sudah miring, saya tahan dengan bambu biar tidak roboh,” tutur Martina dengan suara bergetar di hadapan wartawan.
Kehadiran Bupati Juventus beserta Kepala Dinas Sosial dan Camat Waigete membawa harapan baru. Mereka datang membawa bantuan berupa alas tidur, selimut, kebutuhan MCK, dan sembako. Namun, lebih dari itu, yang dibawa adalah kepedulian. Dan itu yang membuat Martina menangis.
“Selama ini saya terus berdoa supaya bisa bangun rumah buat anak-anak. Sekarang saya sudah lega. Walau besok saya tidak ada, yang penting anak-anak saya sudah punya tempat tinggal,” ungkap Martina dengan mata basah.
Bupati Juventus menyatakan bahwa setelah membaca pemberitaan media, ia langsung memerintahkan timnya melakukan asesmen cepat. “Terima kasih untuk teman-teman media yang sudah menyuarakan kisah Mama Martina. Ia wanita tangguh. Hari ini kami datang tidak hanya memberi bantuan, tapi juga memastikan beliau jadi prioritas program sosial ke depan,” tegasnya.
Sekolah Lagi, Harapan Baru bagi Si Kecil
Dalam kunjungannya, Bupati juga menyoroti kondisi salah satu anak Martina yang sudah putus sekolah sejak November 2024. Ia pun langsung memerintahkan Camat Waigete untuk segera mengurus dan mengembalikan anak tersebut ke bangku sekolah. “Seragam dan perlengkapan akan kami siapkan. Intinya, anaknya sudah mau sekolah kembali,” ujar Bupati penuh keyakinan.
Kisah Martina Bala bukan sekadar potret kemiskinan, tapi juga pengingat bahwa di balik angka statistik, ada manusia yang menanti uluran tangan. Pemerintah hadir bukan hanya dengan program, tapi dengan empati dan tindakan nyata.
✍️ Yuven Fernandez | DetikReportase.com | Sikka, NTT





