Optimalisasi bandara dinilai sebagai langkah paling realistis dibanding relokasi
KETAPANG, KALIMANTAN BARAT – Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan Bandara Rahadi Oesman sebagai pintu gerbang konektivitas daerah. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menekankan bahwa optimalisasi fasilitas bandara yang sudah ada merupakan langkah paling realistis saat ini dibandingkan opsi relokasi yang membutuhkan biaya besar dan proses panjang.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menerima audiensi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rahadi Oesman di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (18/2/2026).
“Kalau saya lebih kepada yang paling realistis, yaitu optimalisasi. Relokasi tentu membutuhkan lahan baru dan prosesnya panjang. Dari sisi efisiensi anggaran, optimalisasi lebih memungkinkan untuk segera kita dorong,” ujar Bupati.
Menurutnya, optimalisasi bandara menjadi solusi strategis untuk menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat tanpa harus menunggu proses relokasi yang kompleks. Terlebih, pengembangan bandara memiliki dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam konteks pembangunan nasional, pengembangan infrastruktur transportasi juga berkaitan erat dengan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan pelayanan publik berjalan efektif dan efisien sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Fokus pengembangan pada runway, lahan parkir, dan penyesuaian master plan
Bupati Alexander Wilyo menjelaskan bahwa fokus utama pengembangan Bandara Ketapang saat ini meliputi penyelesaian lahan parkir, peningkatan kualitas runway, serta penyesuaian terhadap master plan bandara.
Pemerintah Kabupaten Ketapang menargetkan dalam tiga tahun ke depan sudah terdapat progres nyata, minimal lahan dalam kondisi clear dan perencanaan berjalan sesuai arah pengembangan.
Kepala Kantor UPBU Kelas II Rahadi Oesman, Dwi Muji Raharjo, juga menyampaikan bahwa optimalisasi fasilitas eksisting menjadi pilihan utama karena relokasi membutuhkan pengadaan lahan baru yang memerlukan waktu dan biaya besar.
“Prioritas utama saat ini adalah penyelesaian lahan parkir dan peningkatan runway agar operasional dan pengembangan bandara tetap berjalan,” jelasnya.
Dwi juga menambahkan bahwa meskipun kondisi anggaran tahun 2026 diperkirakan masih terbatas, pihaknya berharap pada tahun 2027 akan ada kebijakan baru dari pemerintah pusat yang memungkinkan dukungan anggaran lebih besar.
Pemerintah daerah juga terus menjalin komunikasi dengan Komisi V DPR RI dan kementerian terkait untuk mendorong dukungan regulasi dan pendanaan, dengan syarat kesiapan lahan menjadi salah satu faktor utama.
Pengembangan infrastruktur publik seperti bandara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pembangunan nasional yang transparan dan akuntabel. Berbagai proyek strategis nasional diawasi secara ketat guna memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat luas.
Baca di sini :
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Pembukaan rute penerbangan baru dan penyediaan avtur jadi prioritas penting
Selain fokus pada pengembangan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga aktif mendorong pembukaan kembali rute penerbangan komersial guna meningkatkan konektivitas wilayah.
Maskapai FlyJaya diketahui telah menyatakan minat untuk membuka rute penerbangan ke Ketapang. Saat ini, rencana tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari kementerian terkait.
Rencana awal penerbangan dijadwalkan tiga kali dalam seminggu. Atas masukan dari Bupati, jadwal penerbangan diusulkan berlangsung pada hari Senin, Rabu, dan Jumat, guna mendukung mobilitas bisnis dan masyarakat.
Bupati juga memastikan bahwa potensi pasar penerbangan di Ketapang cukup menjanjikan berdasarkan data historis penumpang sebelumnya. Bahkan, maskapai yang sebelumnya mempertimbangkan subsidi dari pemerintah daerah akhirnya tidak lagi mensyaratkan hal tersebut setelah melihat potensi pasar yang ada.
Namun demikian, salah satu tantangan teknis yang masih dihadapi adalah belum tersedianya fasilitas pengisian bahan bakar pesawat atau Depot Pengisian Bahan Bakar Umum (DBBU) avtur di Bandara Ketapang.
Akibatnya, pesawat harus membawa bahan bakar tambahan dari bandara asal, yang berdampak pada berkurangnya kapasitas bagasi serta potensi peningkatan harga tiket.
Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati Ketapang telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak Pertamina guna menghadirkan layanan pengisian avtur di bandara tersebut.
“Ini penting agar biaya operasional maskapai lebih efisien dan harga tiket bisa lebih kompetitif,” tegasnya.
Dalam konteks nasional, penguatan infrastruktur transportasi dan efisiensi logistik menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk sektor distribusi pangan dan industri.
Baca selengkapnya di sini :
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Bandara Ketapang diharapkan jadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah
Secara keseluruhan, strategi Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam pengembangan Bandara Rahadi Oesman mencakup optimalisasi infrastruktur yang ada, penyelesaian lahan dan master plan, penguatan komunikasi dengan pemerintah pusat, pembukaan kembali rute penerbangan komersial, serta penyediaan fasilitas avtur.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas daerah, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka peluang investasi baru.
Bandara memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi daerah.
Dengan optimalisasi yang terarah dan dukungan berbagai pihak, Bandara Ketapang diharapkan dapat berkembang menjadi infrastruktur vital yang mendukung kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
✍️ Slamet | detikreportase.com | Ketapang – Kalimantan Barat
DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Infrastruktur untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah





