BeritaSulawesi Selatan

Lepas Bantuan Beras Pemerintah, Bupati Andi Utta Minta Tepat Sasaran

347
×

Lepas Bantuan Beras Pemerintah, Bupati Andi Utta Minta Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Lepas Bantuan Beras Pemerintah, Bupati Andi Utta Minta Tepat Sasaran

Bantuan Pangan Disalurkan ke 26.456 Penerima di 10 Kecamatan

BULUKUMBA | DETIKREPORTASE.COM – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf secara resmi melepas penyaluran bantuan pangan beras dari Pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini berlangsung di Pelataran Gedung Pinisi, Rabu, Juli 2025, dengan total bantuan mencapai 529 ton beras.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 26.456 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 136 desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Bulukumba. Penyaluran dilakukan untuk dua bulan sekaligus, yakni alokasi bulan Juni dan Juli tahun 2025.

Acara pelepasan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Pimpinan Perum Bulog Cabang Bulukumba Farid Nur, Wakil Ketua DPRD Bulukumba Fahidin HDK, Dandim 1411/Blk Letkol Inf Sarman, Kajari Bulukumba Banu Laksmana, dan perwakilan Polres Bulukumba dari Satgas Pangan. Tampak pula sejumlah kepala OPD, para lurah, kepala desa, serta warga penerima manfaat.

Bulog Bulukumba Serap Gabah Rp117 Miliar, Jaga Ketersediaan dan Harga

Pimpinan Perum Bulog Cabang Bulukumba, Farid Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa stok gabah yang telah diserap oleh Bulog Bulukumba mencapai 18 ribu ton. Jika dikalikan dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, maka nilai pembelian gabah ini mencapai Rp117 miliar.

“Kami juga laporkan, untuk alokasi bantuan pangan beras bulan Juni dan Juli ini akan kami distribusikan ke seluruh desa dan kelurahan. Jumlahnya 529 ton untuk 26.456 penerima manfaat,” jelas Farid.

Tak hanya itu, pihak Bulog juga diperintahkan untuk menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan harga di pasar. Farid meminta dukungan TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk ikut mengawasi penyaluran beras SPHP agar tidak terjadi penyimpangan harga.

“Harga tebus beras SPHP sebesar Rp11 ribu per kilogram, dan harga sampai ke konsumen maksimal Rp12.500. Ini sangat berpotensi disalahgunakan, maka perlu pengawasan bersama,” ujarnya.

Menurut Farid, keberadaan SPHP juga diharapkan dapat meredam inflasi dan memastikan akses masyarakat terhadap bahan pokok tetap terjangkau.

Bupati Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong untuk Tanam Pangan

Dalam sambutannya, Bupati Bulukumba yang akrab disapa Andi Utta, menegaskan pentingnya penyaluran bantuan tepat sasaran. Ia berharap, warga yang menerima adalah mereka yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah daerah terus berupaya mendorong keakuratan data penerima melalui validasi dan pengawasan bersama.

“Bantuan ini harus sampai ke tangan yang berhak. Jangan sampai ada yang terlewat atau justru tidak tepat sasaran. Ini amanah yang harus dijalankan dengan baik,” tegas Andi Utta.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga mulai memanfaatkan lahan-lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan sendiri, terutama tanaman jangka pendek seperti sayuran dan umbi-umbian.

“Jika kita bisa menanam, kita tidak perlu lagi setiap hari ke pasar. Itu sangat membantu kebutuhan rumah tangga. Saudaraku semua, jangan hanya menunggu. Mari kita edukasi masyarakat agar lebih produktif dan mandiri,” ucapnya memberi semangat.

Warga Bersyukur Terima Bantuan Beras Dua Bulan Sekaligus

Salah satu penerima bantuan, Sukma (42), warga Kelurahan Terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, mengaku bersyukur dan sangat terbantu dengan bantuan beras tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ini merupakan kali kedua ia menerima bantuan pangan dari pemerintah tahun ini.

“Alhamdulillah kami menerima bantuan pangan beras sebanyak 20 kilogram untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025. Jadi dua karung, masing-masing 10 kilogram. Ini sangat bermanfaat untuk kami sekeluarga,” tutur Sukma.

Ia juga mengapresiasi sistem distribusi yang menurutnya berjalan lancar dan tertib. Tidak ada pungutan liar atau hambatan teknis yang berarti.

Bantuan pangan beras dari pemerintah ini menjadi bagian dari upaya meredam dampak ekonomi pasca-pandemi, menjaga daya beli masyarakat, serta menekan angka stunting dengan memastikan ketersediaan pangan pokok di rumah tangga rentan.

Ke depan, program ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi data penerima. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan lembaga penyalur dan aparat pengawas agar bantuan bisa dinikmati oleh masyarakat secara adil dan merata.

✍️ Kaharahuddin | detikreportase.com | Bulukumba – Sulawesi Selatan
DETIKREPORTASE.COM : Pemerintah Turun Langsung Pastikan Pangan Rakyat Tersalur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250