BeritaKalimantan Barat

Ketahanan Pangan Nasional Dimulai dari Desa Ratu Elok: Bupati Ketapang dan Polri Pimpin Penanaman Jagung untuk Kemandirian Daerah

518
×

Ketahanan Pangan Nasional Dimulai dari Desa Ratu Elok: Bupati Ketapang dan Polri Pimpin Penanaman Jagung untuk Kemandirian Daerah

Sebarkan artikel ini
bupati ketapang dan kapolres menanam jagung di desa ratu elok untuk ketahanan pangan nasional
Bupati Ketapang bersama Kapolres dan jajaran menanam jagung dalam program Ketahanan Pangan Kuartal I Tahun 2026 di Desa Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata.

Desa Ratu Elok Jadi Titik Awal Strategi Ketahanan Pangan Ketapang

KETAPANG | DETIKREPORTASE.COM – Di tengah tantangan global yang terus menekan sektor pangan, Pemerintah Kabupaten Ketapang memilih bergerak dari akar. Sabtu, 31 Januari 2026, Bupati Ketapang bersama Kapolres Ketapang memimpin langsung kegiatan Penanaman Jagung Ketahanan Pangan Kuartal I Tahun 2026 di Desa Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata. Langkah ini bukan sekadar seremoni tanam-menanam, melainkan bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan pangan daerah yang berdampak pada stabilitas nasional.

Kegiatan tersebut terhubung langsung dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya agenda strategis penguatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Di saat banyak daerah masih bergantung pada pasokan luar, Ketapang memilih mengoptimalkan potensi lahan desa sebagai fondasi ekonomi rakyat.

Dalam konteks hukum dan tanggung jawab negara terhadap kesejahteraan warga, kebijakan pangan juga memiliki konsekuensi pidana bila terjadi penyimpangan.

Untuk memahami posisi hukum dan kewajiban aparatur negara, Baca selengkapnya di sini:
👉 https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Sinergi Pemda, Polri, dan Dunia Usaha Diperkuat

Penanaman jagung di Desa Ratu Elok merupakan bagian dari program nasional Polri yang dilaksanakan secara berkala per kuartal. Polri bukan hanya hadir dalam fungsi keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang menggerakkan masyarakat desa untuk lebih produktif dan mandiri.

Hadir dalam kegiatan ini Kapolres dan Wakapolres Ketapang, perwakilan Dandim 1203/Ketapang dan Danlanal Ketapang, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanakbud), Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdag), Camat Manis Mata, jajaran Polsek Manis Mata, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Ratu Elok, serta manajemen perusahaan mitra Cargill.

Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak bisa diserahkan pada petani semata. Negara, aparat keamanan, dan dunia usaha harus berada dalam satu barisan yang sama. Di banyak wilayah Indonesia, lemahnya tata kelola sektor strategis kerap membuka ruang penyimpangan. Pola ini bahkan kerap terungkap melalui berbagai operasi penegakan hukum.

Publik bisa melihat gambaran besarnya melalui:
👉 https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

 

Gotong Royong dan Desa sebagai Basis Kedaulatan Pangan

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana gotong royong. Aparat pemerintah, TNI–Polri, pihak perusahaan, dan masyarakat desa turun langsung ke lahan, menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan slogan, melainkan kerja kolektif.

Desa Ratu Elok dipilih bukan tanpa alasan. Desa ini dinilai memiliki lahan produktif dan kesiapan masyarakat untuk menjadi percontohan ketahanan pangan berbasis jagung di wilayah Manis Mata. Jagung dipilih karena bernilai ekonomi tinggi, mudah dibudidayakan, dan memiliki pasar yang luas, baik untuk konsumsi maupun pakan ternak.

Bupati Ketapang dalam sambutannya menegaskan bahwa penanaman ini adalah bagian dari strategi pembangunan berkeadilan.

“Saya mengapresiasi Kepala Desa Ratu Elok dan jajarannya yang sudah memulai program ketahanan pangan melalui penanaman jagung. Ini desa pertama yang memulai, dan saya berharap langkah ini diikuti oleh desa-desa lain di Kecamatan Manis Mata,” ujar Bupati.

 

Polri sebagai Penggerak Ketahanan Nasional

Keterlibatan aktif Kapolres Ketapang menegaskan peran strategis Polri dalam ketahanan nasional. Di tengah ancaman krisis pangan global, keamanan tidak lagi hanya soal senjata dan kriminalitas, tetapi juga soal ketersediaan pangan.

Polri hadir sebagai penggerak, pendamping, dan motivator bagi petani agar semakin produktif. Sinergi ini memastikan bahwa program ketahanan pangan tidak berhenti pada tanam, tetapi berlanjut hingga panen, distribusi, dan pemasaran.

Momentum di Desa Ratu Elok menjadi contoh bahwa pembangunan desa dapat langsung berkontribusi pada stabilitas nasional. Jika dikelola dengan baik dan transparan, program pangan desa bukan hanya menyejahterakan petani, tetapi juga melindungi Indonesia dari ketergantungan impor dan gejolak harga.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menggugah kesadaran bahwa ketahanan pangan bukan urusan sepele, melainkan menyangkut harkat dan martabat bangsa,” tambah Bupati.

✍️ Slamet | detikreportase.com | Ketapang – Kalimantan Barat

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Ketahanan dan Kedaulatan Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250