BeritaJawa Tengah

Kepala Dusun Perempuan Dilantik di Cilacap, Tiara Agrina Fidelia Diminta Bangun Dusun Ciledug dari Akar Rumput — Mampukah Integritas Ini Bertahan?

513
×

Kepala Dusun Perempuan Dilantik di Cilacap, Tiara Agrina Fidelia Diminta Bangun Dusun Ciledug dari Akar Rumput — Mampukah Integritas Ini Bertahan?

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Tiara Agrina Fidelia sebagai Kepala Dusun Ciledug di Desa Sumingkir Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap
Tiara Agrina Fidelia saat diambil sumpah jabatan sebagai Kepala Dusun Ciledug Desa Sumingkir oleh Kepala Desa Yunaedi, disaksikan Camat Jeruklegi dan perangkat desa.

Prosesi pelantikan yang menandai kepercayaan negara kepada generasi muda desa

CILACAP – JAWA TENGAH | DETIKREPORTASE.COM — Pemerintah Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, secara resmi melantik Tiara Agrina Fidelia sebagai Kepala Dusun Ciledug pada Rabu (29/1/2026). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di balai desa dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sumingkir, Yunaedi, disaksikan oleh Camat Jeruklegi Irwan Arianto, unsur Babinkamtibmas, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Di hadapan aparatur desa dan tamu undangan, Tiara diambil sumpah jabatan sebagai perangkat desa, sebuah tahap penting yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengikat secara moral dan hukum. Dengan pengucapan sumpah itu, negara secara resmi mempercayakan urusan pemerintahan tingkat dusun kepada seorang perempuan muda yang kini memikul tanggung jawab langsung atas kehidupan sosial, pelayanan dasar, dan harmoni warga Ciledug.

Tiara dalam pernyataan perdananya menyampaikan bahwa pendekatan awal kepemimpinannya akan berangkat dari silaturahmi dan kerja lapangan.

“Pemberdayaan masyarakat dan gotong royong menjadi program jangka pendek. Awalnya saya akan berkenalan dengan ketua RT dan RW, lalu turun langsung melihat kondisi di lapangan,” ujar Tiara.

 

Integritas jabatan desa dalam bingkai hukum nasional

Meski berada di level dusun, jabatan Kepala Dusun bukanlah posisi simbolik. Ia memiliki kewenangan dalam administrasi, distribusi informasi, serta keterlibatan dalam berbagai program pembangunan dan penggunaan dana desa. Karena itu, integritas pejabat desa kini tidak bisa dilepaskan dari kerangka hukum nasional.

Sejak diberlakukannya KUHP Baru pada 2 Januari 2026, setiap pejabat publik — termasuk perangkat desa — dapat dimintai pertanggungjawaban pidana bila menyalahgunakan jabatan, wewenang, atau kepercayaan publik.

👉 Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

Dengan dasar hukum ini, posisi Tiara bukan sekadar amanah sosial, tetapi juga mandat negara yang terikat aturan pidana, etika jabatan, dan standar akuntabilitas publik.

 

Rekrutmen terbuka dan pentingnya mencegah penyalahgunaan wewenang

Kepala Desa Sumingkir, Yunaedi, menegaskan bahwa proses pengisian jabatan Kepala Dusun Ciledug dilakukan secara terbuka dan mengikuti peraturan perundang-undangan, dari tingkat undang-undang hingga peraturan daerah.

“Untuk formasi Kepala Dusun Ciledug ada enam peserta. Empat dari Desa Sumingkir dan dua dari luar desa. Yang terpilih berasal dari Sumingkir dan seluruh proses berjalan transparan,” jelas Yunaedi.

Pernyataan ini penting karena secara nasional, banyak kasus penyalahgunaan kewenangan justru bermula dari proses rekrutmen dan pengisian jabatan yang tidak sehat.

👉 Untuk melihat bagaimana pola penyalahgunaan wewenang terjadi secara nasional, publik bisa menelusurinya melalui laporan berikut:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Peta OTT KPK tersebut menunjukkan bagaimana keputusan kecil di tingkat lokal kerap menjadi pintu masuk bagi praktik yang lebih besar dan merugikan publik.

 

Ketika kepercayaan publik gagal, rakyat kecil yang menanggung akibatnya

Kepala dusun adalah pejabat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dari pendataan warga miskin, distribusi bantuan, hingga pengelolaan aspirasi lokal, semua melewati meja seorang kepala dusun. Jika integritas runtuh, dampaknya langsung dirasakan rakyat.

👉 Dampak nyata buruknya tata kelola terhadap rakyat kecil dapat dilihat dari laporan investigatif berikut:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Kasus pupuk subsidi itu menjadi contoh bagaimana kesalahan administrasi dan penyalahgunaan wewenang di tingkat bawah dapat menghancurkan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.

 

Refleksi kepemimpinan di tingkat paling dekat dengan warga

Pelantikan Tiara Agrina Fidelia bukan hanya soal satu orang yang naik jabatan, tetapi tentang masa depan tata kelola desa. Di tingkat dusun, negara hadir paling dekat dengan warganya. Di situlah integritas diuji bukan oleh sorotan media, melainkan oleh tatapan tetangga sendiri.

Masyarakat Ciledug kini menaruh harapan bahwa seorang kepala dusun perempuan dapat membawa gaya kepemimpinan yang lebih mendengar, lebih hadir, dan lebih bersih. Namun sejarah panjang birokrasi desa juga mengajarkan bahwa tekanan, kepentingan, dan godaan selalu mengintai.

Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang dilantik, melainkan apakah kepercayaan yang diberikan ini mampu dijaga ketika kekuasaan mulai diuji oleh realitas lapangan.

✍️ Slamet | detikreportase.com | Cilacap – Jawa Tengah

DETIKREPORTASE.COM : Integritas Aparatur Desa dan Tata Kelola Pemerintahan Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250