Upacara Peringatan dan Penganugerahan Satya Lencana Karya Satya
KETAPANG | DETIKREPORTASE.COM — Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, Sabtu (03/01/2026), di Halaman Kantor Kemenag Ketapang.
Upacara ini dihadiri Kepala Kemenag Ketapang, Dandim 1203 Ketapang, Forkopimda, serta unsur staf Kemenag Kabupaten Ketapang. Pada kesempatan tersebut juga diberikan Penganugerahan Satya Lencana Karya Satya kepada ASN yang mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.
Kerukunan Umat sebagai Energi Bangsa
Membacakan sambutan Menteri Agama RI, Wabup menekankan tema HAB ke-80: “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”
“Tema ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan. Kerukunan menjadi sinergi produktif yang menggerakkan kemajuan bangsa,” ujarnya.
Sejarah Kementerian Agama menunjukkan bahwa keberadaan lembaga ini bukan sekadar kebutuhan sosiologis, tetapi kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik ini dibangun oleh sinergi seluruh komponen bangsa, dan Kemenag berperan menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.
Transformasi ASN dan Tantangan Era AI
Kini peran ASN semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama, merawat kerukunan umat, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai solusi persoalan bangsa.
“Kita hidup di era VUCA — Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity, di mana perubahan cepat dan kompleks. ASN Kemenag harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan,” tegas Wabup.
Langkah ini menegaskan pentingnya kepatuhan hukum dan tata kelola dalam setiap layanan publik dan transformasi digital. Untuk memahami kewajiban hukum dan tanggung jawab ASN secara menyeluruh, publik bisa merujuk ke KUHP Baru:
👉 Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Sinergi dan Dampak bagi Masyarakat
Wabup menegaskan bahwa setiap ASN harus agile, adaptif, responsif, dan cepat melayani masyarakat dengan integritas. Fondasi ini akan meningkatkan kualitas layanan publik, mendukung inklusivitas, dan memperkuat harmoni sosial.
Langkah ini mengingatkan publik pada pola nasional transparansi dan akuntabilitas di berbagai lembaga negara, termasuk pengelolaan sumber daya yang berdampak pada masyarakat. Publik dapat menelusuri pola penyalahgunaan wewenang melalui Peta Besar OTT KPK:
👉 Lihat pola nasional OTT KPK di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Selain itu, koordinasi yang baik dan tata kelola yang transparan juga menjadi penting agar dampak positif pembangunan dan layanan publik sampai ke masyarakat kecil, sebagaimana terlihat dalam Skandal Pupuk Subsidi Riau:
👉 Dampak tata kelola buruk bagi rakyat kecil bisa dilihat di sini:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Refleksi Publik dan Harapan ke Depan
Wabup mengajak seluruh ASN Kemenag untuk menyatukan tekad, memanfaatkan teknologi secara etis, dan bekerja nyata untuk membangun Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat. Kerukunan umat dan sinergi internal menjadi kunci agar bangsa tetap bersatu, meski di tengah arus perubahan teknologi dan sosial.
✍️ Slamet | detikreportase.com | Ketapang – Kalbar
DETIKREPORTASE.COM : Mengawal ASN dan Kerukunan Umat





