Ketika Semangat Ibadah Menurun Tanpa Disadari
DETIKREPORTASE.COM – Dalam perjalanan hidup seorang Muslim, tidak selamanya hati ini terasa ringan untuk beribadah. Ada masa-masa kita merasa khusyuk, ringan beramal, dan rindu untuk bermunajat kepada Allah. Namun tak jarang, muncul masa yang sebaliknya—kita merasa malas, enggan, dan futur (lesu dalam kebaikan). Futur adalah kondisi penurunan semangat setelah sebelumnya bergelora dalam ibadah. Ia adalah penyakit ruhani yang tidak tampak secara fisik, namun sangat mempengaruhi hubungan seseorang dengan Allah. Bahkan Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk melindungi diri dari kondisi ini:
> “Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wal jubni wal harami wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan bencana kehidupan serta kematian.”
(HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)
Fenomena ini menjadi sinyal agar kita segera mengoreksi diri. Mengapa hati ini terasa berat? Apa yang membuat ruhiyah melemah? Dan bagaimana kita bisa kembali menyuburkan semangat beribadah?
Menggali Akar Futur: Niat, Lingkungan, dan Keseimbangan Amal
Ada beberapa penyebab utama munculnya futur dalam diri kita, di antaranya:1. Salah niat
Amal tanpa keikhlasan akan cepat lelah. Bila seseorang beribadah bukan karena Allah, melainkan karena ingin dipuji, mendapatkan pasangan, atau sekadar pencitraan, maka amalnya tak memiliki akar yang kuat. Ketika ujian datang, ia akan goyah. Rasulullah SAW pun sering berdoa:
> “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah akhirnya. Jadikanlah sebaik-baik amalku adalah yang mendatangkan ridha-Mu. Dan jadikanlah sebaik-baik hariku adalah saat aku bertemu dengan-Mu.”
2. Berlebihan dalam ibadah (ghuluw)
Sikap ekstrem dalam beragama dapat mengantarkan seseorang pada kelelahan spiritual. Islam mengajarkan keseimbangan (wasathiyyah). Terlalu memaksakan diri dalam satu jenis ibadah tanpa memperhatikan kebutuhan jasmani bisa menyebabkan kejenuhan dan akhirnya futur. Rasulullah bersabda:
> “Sesungguhnya agama ini mudah. Tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali ia akan dikalahkan.” (HR. Muslim)
3. Berlebihan dalam hal yang mubah
Berlebih-lebihan dalam urusan duniawi seperti makan, tidur, atau hiburan juga dapat melemahkan semangat ibadah. Makanan yang berlebihan, misalnya, membuat tubuh berat dan mengantuk, sehingga malas bangun malam atau shalat Subuh tepat waktu.
4. Tidak disiplin dalam amal keseharian
Konsistensi dalam amal ibadah—baik wajib maupun sunnah—akan menjaga ruhiyah tetap hidup. Mereka yang terbiasa qiyamul lail, dzikir pagi petang, atau membaca Al-Qur’an setiap hari akan memiliki kekuatan ruhani yang lebih stabil. Allah SWT berfirman:
> “Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS. An-Nur: 40)
5. Jauh dari lingkungan orang-orang shalih
Lingkungan menentukan semangat seseorang. Bersama teman-teman yang shalih, semangat ibadah akan terjaga. Rasulullah SAW bersabda:
> “Seseorang mengikuti agama sahabat dekatnya. Maka hendaklah kalian melihat siapa yang menjadi sahabatnya.” (HR. Abu Daud)
6. Sedikit mengingat akhirat
Kurangnya kesadaran tentang kematian dan kehidupan setelahnya membuat kita lupa akan tujuan hidup. Padahal Rasulullah bersabda:
> “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”
Langkah Mengobati Penyakit Futur
Futur bukanlah akhir dari segalanya. Ia bisa disembuhkan jika kita memiliki tekad untuk kembali mendekat kepada Allah. Beberapa cara yang dapat dilakukan:1. Jauhi kemaksiatan
Kemaksiatan adalah penghalang utama datangnya cahaya Allah. Jika kita ingin ruhani kembali hidup, maka langkah awal adalah bertaubat dan meninggalkan dosa-dosa yang membelenggu hati.
2. Rutin menjalankan amalan siang dan malam
Rangkaian ibadah seperti shalat tahajud, dhuha, dzikir pagi-petang, dan membaca Al-Qur’an secara konsisten akan menjaga kita tetap terhubung dengan Allah. Firman Allah dalam QS. Al-Furqan:
> “Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)
3. Manfaatkan waktu-waktu mustajab
Sepertiga malam terakhir, hari Jumat, bulan Ramadhan, dan hari-hari istimewa lainnya adalah momentum emas untuk memperbarui semangat ibadah. Gunakan waktu itu untuk memohon kekuatan dan keteguhan hati.
4. Hindari sikap berlebihan dalam amal
Beribadah sesuai kemampuan, jangan memaksakan di luar batas. Allah SWT berfirman:
> “Bertakwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu.” (QS. At-Taghabun: 16)
5. Tetap dalam jamaah orang-orang shalih
Majelis ilmu, halaqah, dan komunitas dakwah akan membantu menjaga komitmen. Bersama mereka, kita bisa saling menasihati, saling menyemangati, dan saling menguatkan.
6. Segarkan diri dengan hal mubah yang positif
Liburan, rekreasi keluarga, olahraga ringan, atau bercengkrama dengan sahabat dapat menjadi sarana untuk mengisi kembali energi jiwa. Asalkan tidak berlebihan dan tidak melalaikan kewajiban.
7. Sering-sering mengingat mati dan akhirat
Kesadaran akan kematian membuat hati menjadi lembut. Rasulullah SAW bersabda:
> “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).” (HR. Tirmidzi)
Futur Bukan Akhir, Tapi Peringatan
Futur adalah bagian dari dinamika iman. Maka jangan putus asa jika suatu waktu semangat kita menurun. Yang penting adalah **kita sadari dan kita obati**. Rasulullah SAW bersabda:
> “Setiap amal ada masa semangatnya, dan setiap masa semangat ada masa lelahnya. Barang siapa masa lelahnya tetap berada di atas sunnahku, maka ia mendapat petunjuk. Dan barang siapa yang lelahnya tidak di atas sunnahku, maka ia akan binasa.” (HR. Ahmad)
Mari kita senantiasa memohon kepada Allah agar hati ini dijaga tetap istiqamah, agar kita senantiasa merindukan sujud, merindukan Al-Qur’an, dan merindukan kedekatan dengan-Nya.
Ya Allah, jagalah semangat ibadah kami, jauhkan kami dari futur, dan jadikan kami hamba yang istiqamah sampai akhir hayat. Aamiin.
✍️ Andi Rosha | detikreportase.com
DETIKREPORTASE.COM : Inspirasi Iman, Cahaya Kehidupan





