BeritaEkonomiNasional

Industri Tekstil Nasional Bangkit? Presiden Prabowo Dorong Rantai Pasok Efisien Hadapi Persaingan Global

518
×

Industri Tekstil Nasional Bangkit? Presiden Prabowo Dorong Rantai Pasok Efisien Hadapi Persaingan Global

Sebarkan artikel ini
Industri tekstil nasional Indonesia didorong pemerintah melalui revitalisasi rantai pasok dan modernisasi produksi
Fhoto : Aktivitas produksi di salah satu pabrik industri tekstil nasional. Pemerintah mendorong revitalisasi rantai pasok dan modernisasi industri tekstil dan garmen untuk meningkatkan daya saing global serta penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Modernisasi supply chain jadi kunci kebangkitan industri tekstil dan garmen Indonesia

BOGOR – JAWA BARAT | DETIKREPORTASE.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam merevitalisasi industri tekstil dan garmen nasional melalui penguatan dan modernisasi rantai pasok (supply chain). Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kebangkitan industri tekstil tidak cukup hanya bertumpu pada kapasitas produksi, tetapi harus disertai dengan efisiensi, integrasi, dan modernisasi rantai pasok dari hulu hingga hilir. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing industri tekstil Indonesia di tengah ketatnya persaingan global.

“Industri tekstil dan garmen harus mampu bersaing di pasar internasional. Kita perlu memperkuat supply chain agar produksi lebih cepat, biaya lebih efisien, dan kualitas lebih tinggi,” tegas Presiden Prabowo.

 

Tekstil Nasional di Tengah Tekanan Global

Industri tekstil dan garmen Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan berat akibat membanjirnya produk impor, fluktuasi harga bahan baku, serta kompetisi dari negara-negara produsen tekstil besar seperti Vietnam, India, dan Bangladesh. Lemahnya integrasi rantai pasok membuat biaya produksi menjadi tinggi dan waktu distribusi kurang efisien.

Kondisi ini berdampak langsung pada daya saing produk lokal, penyerapan tenaga kerja, serta keberlangsungan industri padat karya yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Oleh karena itu, revitalisasi supply chain dipandang sebagai langkah fundamental untuk menyelamatkan dan membangkitkan kembali industri tekstil nasional.

Presiden Prabowo menilai, dengan rantai pasok yang efisien dan modern, industri tekstil Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bangkit dan memperluas pasar ekspor.

 

Digitalisasi dan Integrasi Jadi Fokus Utama

Pemerintah menyiapkan langkah konkret dalam revitalisasi industri tekstil, salah satunya melalui integrasi digital dalam rantai pasok. Digitalisasi logistik, manajemen produksi, hingga sistem distribusi dinilai mampu memangkas biaya, mempercepat proses, dan meningkatkan transparansi industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa revitalisasi industri tekstil akan melibatkan pemanfaatan teknologi digital, penguatan sistem logistik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Penguatan supply chain industri tekstil akan mencakup integrasi digital, efisiensi logistik, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja. Dengan begitu, industri nasional tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan memiliki nilai tambah tinggi,” ujar Airlangga.

Langkah ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong transformasi industri nasional berbasis teknologi dan inovasi.

 

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Sejumlah kajian menunjukkan bahwa modernisasi rantai pasok industri tekstil berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 15–20 persen. Selain itu, efisiensi produksi diyakini mampu menurunkan biaya operasional dan meningkatkan daya saing harga produk tekstil Indonesia di pasar global.

Revitalisasi ini juga diharapkan mendorong penyerapan tenaga kerja, terutama di sektor manufaktur, logistik, dan industri pendukung lainnya. Mengingat industri tekstil merupakan sektor padat karya, kebijakan ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

Pemerintah menargetkan industri tekstil tidak hanya menjadi penyerap tenaga kerja, tetapi juga kontributor signifikan bagi ekspor non-migas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

UMKM Tekstil Masuk Rantai Pasok Global

Revitalisasi rantai pasok industri tekstil juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM tekstil dan garmen lokal. Dengan sistem supply chain yang lebih terintegrasi dan efisien, UMKM diharapkan dapat masuk ke jaringan produksi nasional hingga global.

Akses terhadap bahan baku berkualitas, teknologi produksi, serta jaringan distribusi yang lebih luas menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Hal ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan pembangunan industri di berbagai wilayah.

Pemerintah optimistis, jika implementasi revitalisasi berjalan optimal, kontribusi sektor tekstil terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur nasional akan meningkat signifikan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

 

Arah Baru Industri Nasional

Revitalisasi industri tekstil menjadi bagian dari arah baru kebijakan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan industri strategis sebagai fondasi kemandirian ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Langkah penguatan supply chain industri tekstil dinilai tidak hanya menjawab tantangan jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan Indonesia menghadapi peta persaingan industri global di masa depan.

Dengan strategi yang terarah, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan kebijakan yang konsisten, industri tekstil nasional diharapkan kembali bangkit sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

✍️ Tim | detikreportase.com | Bogor – Jawa Barat

DETIKREPORTASE.COM : Industri Nasional, Tekstil, Rantai Pasok, Ekonomi Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250