KesehatanNusa Tenggara Timur

Gempa Flores Belum Usai, RS Lapangan Ruteng Jadi Tumpuan: Bupati Pastikan Pelayanan Tetap Penuh

×

Gempa Flores Belum Usai, RS Lapangan Ruteng Jadi Tumpuan: Bupati Pastikan Pelayanan Tetap Penuh

Sebarkan artikel ini
Bupati Manggarai Herybertus Laju Nabit meninjau fasilitas RS Lapangan Ruteng di Lapangan Bandara Frans Sales Lega.
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit memastikan layanan medis berjalan maksimal saat meresmikan RS Lapangan Ruteng.

RS Lapangan Ruteng Beroperasi Penuh Pascagempa Flores; Bupati Herybertus Pastikan Pelayanan di Tenda Setara Rumah Sakit

MANGGARAI — DETIKREPORTASE.COM | Situasi darurat akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuntut respons cepat dari pemerintah. Menyusul kerusakan fasilitas kesehatan permanen termasuk RSUD Ruteng akibat guncangan gempa, Kementerian Kesehatan bersama Pemkab Manggarai langsung mengerahkan Rumah Sakit (RS) Lapangan Ruteng untuk memastikan pelayanan medis bagi warga terdampak tidak lumpuh.

​RS Lapangan yang didirikan di Lapangan Sepak Bola Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, tersebut resmi dioperasikan menyusul peresmian langsung oleh Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit pada Kamis (27/8/2026).

​Di hadapan para tenaga medis dan masyarakat, Bupati Hery menegaskan komitmen pemerintah daerah agar masyarakat tetap memperoleh standar pelayanan terbaik meski fasilitas yang digunakan berbentuk tenda darurat.

​“Sebagaimana kita mendapatkan pelayanan penuh di RSUD Ruteng, demikian pula di rumah sakit lapangan ini kita tetap memberikan pelayanan penuh. Jangan karena pelayanan dilakukan di dalam tenda, pelayanan menjadi tidak maksimal,” tegas Bupati Hery.

​Fasilitas Lengkap: Dari Penanganan Gawat Darurat hingga Ruang Operasi

​Berbeda dari tenda penanganan darurat biasa, RS Lapangan Ruteng dirancang secara modern dan komprehensif. Fasilitas kesehatan darurat ini telah dilengkapi dengan instalasi gawat darurat (IGD), ruang rawat inap, hingga ruang operasi bedah guna mengantisipasi kasus trauma berat pascabencana.

​Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, mengungkapkan bahwa kehadiran RS Lapangan ini telah menyelamatkan banyak nyawa sejak hari-hari pertama paska-gempa. Berdasarkan data Kemenkes, tercatat sejumlah pasien berhasil mendapatkan tindakan medis lanjutan di fasilitas ini:

  • 19 Agustus 2026: Operasi perdana sukses dilakukan terhadap seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang mengalami patah tulang paha akibat tertimpa reruntuhan.
  • 20 Agustus 2026: Dua pasien menyusul menjalani operasi darurat, masing-masing dengan kasus patah tulang lengan bawah serta cedera tungkai kanan disertai trauma perut.

​Secara keseluruhan, gelombang pertama penanganan di RS Lapangan Ruteng telah menjangkau berbagai pasien yang membutuhkan intervensi medis mendesak, membuktikan bahwa fasilitas darurat ini berfungsi secara optimal.

​Pemerintah Pusat dan Daerah Bersinergi Pulihkan Layanan Kesehatan

​Kerusakan infrastruktur rumah sakit akibat gempa memang menjadi tantangan berat. Namun, Kementerian Kesehatan memastikan bahwa kebutuhan kesehatan masyarakat—mulai dari pelayanan dasar, kesehatan ibu dan anak, distribusi obat-obatan, hingga penanganan rujukan—terus digenjot melalui pengerahan ratusan tenaga kesehatan profesional ke wilayah terdampak di Flores.

​Keberadaan RS Lapangan Ruteng kini menjadi simbol ketangguhan sekaligus tumpuan utama masyarakat Manggarai di tengah masa pemulihan. Ketika bangunan fisik mengalami kerusakan, komitmen kemanusiaan dan pelayanan prima dipastikan tidak boleh ikut runtuh.

​✍️ Tim Redaksi | Editor: Redaksi | Manggarai – Nusa Tenggara Timur

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250