BeritaNusa Tenggara Timur

Dua Maria ODDP Asal Sikka Dapat Bantuan, Tersenyum Kembali Berkat Yayasan PAPHA!

499
×

Dua Maria ODDP Asal Sikka Dapat Bantuan, Tersenyum Kembali Berkat Yayasan PAPHA!

Sebarkan artikel ini
Kesibukan dua Maria saat menyulam kain tenun dan langsung di perhatikan lagi oleh yayasan papha dan juga memberikan bantuan

SIKKA |DETIKREPORTASE.COM

– Senyum bahagia Maria Yasni dan Maria Wintelsia, dua Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) dari Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, menandakan harapan belum padam. Selasa (17/6/2025), keduanya menerima dukungan start up kit dari Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Maumere melalui Proyek Bersahaja (Bersama Untuk Flores Yang Sehat Jiwa), program yang telah membawa angin segar bagi banyak ODDP di wilayah ini.

Disabilitas Bukan Halangan: Bantuan yang Sesuai Kebutuhan dan Minat

Maria Yasni, warga Dusun Lurunduna, mendapat bantuan berupa alat tenun ikat. Sementara itu, Maria Wintelsia dari Dusun Habi Buang menerima bantuan berupa seekor kambing ternak. Keduanya terlihat antusias dan mengucapkan terima kasih kepada tim PAPHA yang datang bersama aparat desa dan kader kesehatan jiwa (Keswa).

“Saya senang sekali. Bisa menenun lagi,” ujar Maria Yasni yang kini mulai produktif kembali dan telah menjual tiga sarung ke Jakarta.

Distribusi Bantuan Penuh Canda Tawa dan Suasana Kekeluargaan

Proses distribusi berlangsung akrab dan hangat. Para kader Keswa seperti Maria Susiyanti, Bernadeta Berni, dan Yulianda Kalista Helena tak ragu mencairkan suasana dengan bercanda dan menggoda dua ODDP ini agar tersenyum. Emil Soge, staf lapangan PAPHA, memimpin langsung penyaluran bantuan disaksikan oleh aparat desa Yoseph Dodi Dajo.

“Kami beri bantuan kepada ODDP yang sudah mulai stabil agar mereka bisa lebih produktif. Aktivitas ringan sambil tetap konsumsi obat adalah bentuk terapi,” jelas Emil.

Pendekatan Tiga Arah: Medis, Sosial, dan Produktif

Menurut Emil, Yayasan PAPHA menangani ODDP melalui pendekatan medis (konsumsi obat, ikut posyandu), sosial (mengikuti misa, doa lingkungan), dan produktif (dukungan aktivitas sesuai minat). Model ini berhasil mendorong pemulihan Yasni dan Wintelsia.

“Kalau sebelumnya Yasni hanya di rumah, kini dia sudah menenun dan punya penghasilan sendiri,” tambah Emil.

Kepala Desa: Yayasan PAPHA Ubah Cara Pandang Warga

Kepala Desa Langir, Timotius Derfianus Ferty, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran Yayasan PAPHA dalam mendampingi para ODDP di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran mereka telah mengubah pandangan masyarakat tentang disabilitas.

“Dulu mereka dikucilkan. Sekarang masyarakat mulai menerima kembali. Pendampingan PAPHA ini luar biasa,” katanya kepada DetikReportase.com.

Dari 18 ODDP, Harapan Baru Mulai Tumbuh

Desa Langir tercatat memiliki 18 ODDP dampingan Yayasan PAPHA. Meski terkendala anggaran dalam Musrenbangdes, pemerintah desa berkomitmen untuk mendukung program serupa di masa depan.

“Kami sudah angkat ini di Musrenbangdes. Walau belum terakomodasi, ke depan akan kami perjuangkan,” tutur Kades Timotius penuh keyakinan.

PAPHA Bersama Konsorsium, Didukung Australia dan CBM Global

Yayasan PAPHA adalah bagian dari konsorsium bersama Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) Kupang dan Yayasan AYO Indonesia Manggarai. Didukung CBM Global Disability Inclusion Indonesia dan Australian Aid, mereka menjalankan Proyek Bersahaja yang menyasar kesehatan jiwa di Flores, khususnya wilayah Sikka dan Manggarai.

ODDP Bukan Aib, Tapi Ciptaan Tuhan yang Layak Diperhatikan

Kehadiran dan aksi nyata Yayasan PAPHA menegaskan bahwa ODDP bukan beban atau aib, tetapi manusia yang layak diberi ruang, perhatian, dan cinta. Dengan pendekatan yang penuh empati dan keahlian, stigma mulai luruh satu per satu.

Senyum Mereka Adalah Bukti: Kemanusiaan Masih Hidup

Yasni dan Wintelsia kini bukan hanya nama. Mereka adalah wajah-wajah pemulihan. Di tengah keterbatasan, mereka menenun harapan, memelihara kambing, dan tersenyum untuk masa depan. Yayasan PAPHA berhasil menunjukkan bahwa perhatian sekecil apa pun bisa mengubah hidup.

✍️ Yuven Fernandez | DetikReportase.com | Sikka – NTT

DETIKREPORTASE.COM – Menyalakan Harapan Bagi yang Pernah Terlupakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250