Refleksi Sepuluh Bulan Kepemimpinan di Pendopo Bupati
KETAPANG, Kalimantan Barat | DETIKREPORTASE.COM — Bupati Ketapang Alexander Wilyo secara terbuka mengakui masih adanya berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Ketapang. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam agenda refleksi sepuluh bulan kepemimpinan bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir yang digelar di Pendopo atau Rumah Dinas Bupati Ketapang, Selasa, 30 Desember 2025.
Dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan, Bupati Alexander mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bersinergi membangun Ketapang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Karena itu, mari bersama-sama kita bangun Ketapang ini. Bantu kami, kawal kami, karena Ketapang adalah rumah kita bersama,” tegas Alexander Wilyo di hadapan para undangan.
Dihadiri Forkopimda dan Tokoh Lintas Sektor
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ketapang serta berbagai tokoh strategis lintas sektor. Tampak hadir Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Wakil Kepala Kepolisian Resor Ketapang, Komandan Pangkalan TNI AL Ketapang, Komandan Kodim 1203 Ketapang, Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, serta perwakilan dari enam tokoh agama.
Selain itu, turut hadir para pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh media. Hadirnya berbagai elemen tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung proses pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Bupati Alexander secara khusus mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga insan pers untuk berperan aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Ajakan Terbuka untuk Mengawal Pembangunan
Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka diri terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat. Ia menyebut keterbukaan ini sebagai bagian dari komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Tanpa dukungan dan kerja sama kita semua, apa yang menjadi visi dan misi pemerintahan tidak akan terwujud. Mari kita kawal bersama pembangunan ini, agar setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan pembangunan, khususnya di tengah keterbatasan anggaran dan dinamika sosial yang terus berkembang.
Wakil Bupati Tekankan Transparansi dan Pelayanan Mudah
Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia mengingatkan seluruh OPD agar menyampaikan laporan kinerja sesuai dengan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar laporan administratif.
“Transparansi yang akuntabel itu penting. Laporan harus sesuai fakta, sesuai kejadian di lapangan,” tegas Jamhuri Amir.
Selain itu, ia juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak mempersulit masyarakat dalam mengakses layanan publik. Menurutnya, pelayanan yang baik adalah pelayanan yang cepat, mudah, dan berpihak kepada kepentingan warga.
“Jangan mempersulit masyarakat. Sesuatu yang seharusnya mudah, jangan dibuat sulit,” ujarnya dengan nada tegas.
Responsif terhadap Aspirasi Warga
Sebagai langkah konkret peningkatan kualitas pelayanan publik, Bupati Alexander menegaskan agar seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, hingga kepala desa, senantiasa responsif terhadap keluhan dan aspirasi masyarakat.
Ia menekankan bahwa setiap masukan dari warga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah, bukan sebagai ancaman.
“Kita ingin pemerintahan yang hadir, mendengar, dan bekerja untuk masyarakat. Jangan ada jarak antara pemerintah dan rakyat,” ujar Bupati.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Apresiasi bagi Atlet Berprestasi Ketapang
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah atlet berprestasi asal Ketapang. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi para atlet yang telah mengharumkan nama daerah, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Bupati Alexander menyampaikan bahwa prestasi para atlet merupakan bukti bahwa Ketapang memiliki potensi besar di berbagai bidang, tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga sumber daya manusia.
“Prestasi ini harus kita dukung bersama. Atlet-atlet ini adalah kebanggaan Ketapang,” ujarnya.
Kegiatan refleksi sepuluh bulan kepemimpinan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Ketapang yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
✍️ Tim | detikreportase.com | Ketapang – Kalimantan Barat
DETIKREPORTASE.COM : Bersinergi Membangun Daerah, Menguatkan Pelayanan Publik





