Pendampingan Babinsa: Dari Olah Lahan hingga Panen
PONOROGO | DETIKREPORTASE.COM – Upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat desa terus dilakukan melalui pendampingan langsung kepada petani oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Kodim 0802/Ponorogo. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan teritorial (Binter) yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut mencakup seluruh tahapan pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, perawatan, hingga panen. Bahkan dalam beberapa kasus, Babinsa juga turut membantu dalam proses distribusi atau penjualan hasil panen.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran aparat di tengah masyarakat dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional.
Aksi Nyata di Lapangan: Babinsa Bantu Petani Panen Padi
Salah satu contoh kegiatan tersebut dilakukan oleh Sertu Budiono, anggota Koramil Tipe B 0802/16 Jetis, yang turun langsung membantu petani di Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.
Pada Sabtu (28/3/2026), ia mendampingi proses panen padi di lahan seluas kurang lebih 0,14 kotak milik Bapak Tata, anggota Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur.
“Alhamdulillah hari ini bisa bersama dan membantu Bapak Tata yang sedang memanen padi di lahannya,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya mempercepat proses panen, tetapi juga memberikan motivasi kepada petani untuk terus meningkatkan produktivitas mereka.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Dalam konteks tanggung jawab sosial, keterlibatan aparat dalam sektor pertanian juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Peran Binter dan Komsos: Dorong Produktivitas Petani
Menurut Sertu Budiono, kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat sekaligus memberikan dukungan nyata kepada petani.
“Kegiatan Binter ini selain sebagai sarana komunikasi sosial (Komsos), juga menjadi aksi nyata kami dalam membantu dan memotivasi para petani agar semakin giat bekerja,” tuturnya.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan serta mengoptimalkan hasil produksi pertanian di tingkat desa.
Seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kehadiran Babinsa sangat membantu, terutama dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga tambahan.
“Kami merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa. Selain membantu pekerjaan, mereka juga memberi semangat kepada kami,” ujarnya.
Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Dalam perspektif nasional, penguatan sektor pertanian juga membutuhkan tata kelola yang baik agar hasil produksi benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani.
Ketahanan Pangan: Kunci Stabilitas dan Kesejahteraan Desa
Penguatan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi hasil pertanian, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sistem pertanian serta kesejahteraan petani sebagai pelaku utama.
Keterlibatan Babinsa di lapangan menjadi salah satu bentuk sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan, khususnya di wilayah pedesaan.
Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Hal ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan ketahanan pangan sangat dipengaruhi oleh kolaborasi lintas sektor serta pengelolaan sumber daya yang efektif dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, pendampingan yang dilakukan Babinsa Kodim 0802/Ponorogo menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Dengan dukungan yang konsisten, diharapkan sektor pertanian mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
✍️ Dean | detikreportase.com | Ponorogo – Jawa Timur
DETIKREPORTASE.COM : Menguatkan Ketahanan Pangan dari Desa





