BeritaNusa Tenggara Timur

Sambut Hari Bumi 2025, Kemenag Sumba Tengah Tanam Pohon Matoa

483
×

Sambut Hari Bumi 2025, Kemenag Sumba Tengah Tanam Pohon Matoa

Sebarkan artikel ini
Pengamanan pohon matoa oleh Kemenag Sumba dalam rangka sambut hari bumi 2025

WAIBAKUL,DETIKREPORTASE.COM–

Dalam rangka memperingati Hari Bumi ke-55, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggelar aksi penanaman pohon matoa secara serentak pada Selasa (22/4/2025).

Kegiatan ini dilakukan di berbagai titik, antara lain halaman Kantor Kemenag Sumba Tengah, SMTKN Sumba Tengah, SMAK St. Yohanes Neumann Katikuloku, dan MIS Hajar Aswad Waibakul.

Matoa Sebagai Simbol Merawat Bumi

Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional Kementerian Agama RI yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dan melibatkan ASN Kemenag, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menegaskan pentingnya pelestarian lingkungan hidup melalui praktik nyata. “Kita semua harus menjadi teladan dalam merawat bumi. Pelestarian alam adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan kita,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama saat ini tengah mendorong penguatan ekoteologi sebagai salah satu dari Delapan Program Prioritas (Asta Protas), yang fokus pada isu lingkungan di tengah krisis iklim global.

Harapan untuk Gerakan yang Berkelanjutan

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTT, Reginaldus S. S. Serang, menyambut positif kegiatan ini. Ia berharap aksi tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antarumat beragama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumba Tengah, Yohanes Baptiste Seja, menekankan pentingnya tindakan konkret dalam menjaga bumi. “Merawat bumi tak cukup hanya lewat kata, tetapi harus lewat tindakan nyata. Menanam pohon adalah langkah sederhana namun berdampak besar,” ujarnya.

Kakanmenag John Seja juga menceritakan proses mendapatkan bibit pohon matoa yang sempat menemui kendala. “Kami hampir menyerah karena sulit mendapat anakan matoa, namun akhirnya kami dibantu Kemenag Sumba Timur. Saat ini baru tersedia lima anakan, sisanya sebanyak 65 akan menyusul untuk ditanam di berbagai lokasi seperti KUA, madrasah, sekolah keagamaan, hingga rumah ibadah,” tuturnya.

Ia berharap, meski kecil, langkah ini dapat menjadi inspirasi yang meluas ke berbagai komunitas keagamaan lainnya.

Hadirkan Kolaborasi Lintas Agama

Turut hadir dalam kegiatan ini Kasubag Tata Usaha Agustinus Laiya Sobang, Ketua FKUB Sumba Tengah Pdt. Yohanes Woli, Frater Roland CSsR dari Paroki St. Klemens Katiku Loku, serta para kepala seksi, penyelenggara, staf pelaksana, dan PPNPN lingkup Kemenag Sumba Tengah.

|✍ Yuven Fernandez| detikreportase.com|Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur|

DETIKREPORTASE: Harmoni Iman, Lestari Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250