Nusa Tenggara TimurRefleksi dan Inspirasi

Selamat Jalan Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang: Gembala yang Pergi Sambil Berbuat Baik

593
×

Selamat Jalan Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang: Gembala yang Pergi Sambil Berbuat Baik

Sebarkan artikel ini

Kupang, Detikreportase.com –

“Pertransiit Benefaciendo” – Ia pergi sambil berbuat baik. Inilah motto hidup dari Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang, yang kini telah berpulang ke rumah Bapa di Surga. Selama 27 tahun beliau melayani sebagai Uskup Agung Kupang, motto itu bukan sekadar semboyan, melainkan telah menjadi nafas hidup dan pelayanannya yang nyata.

Seperti Tuhan Yesus, Sang Gembala Baik, yang berjalan dari satu tempat ke tempat lain untuk mewartakan Kabar Gembira sambil berbuat baik—menyembuhkan yang sakit, menguatkan yang lemah, dan membangkitkan harapan—demikianlah cara Mgr. Turang hidup dan hadir di tengah umat.

Gembala yang Menghibur dan Meneguhkan

Keberadaan Mgr. Turang di setiap paroki selalu menjadi sumber keteduhan dan semangat baru. Ia meneguhkan, menghibur, dan menguatkan iman umat, khususnya mereka yang sedang bergumul dalam berbagai persoalan hidup. Kotbah-kotbahnya sederhana namun mengena, memberi damai dan menyalakan semangat untuk tetap percaya dan berharap.

Tegas, Tapi Penuh Kasih

Meski dikenal tegas—sering kali membuat para pastor paroki merasa “tertekan” oleh kritik atau tegurannya—namun sesungguhnya ia adalah sosok yang tidak pendendam, tidak pemarah berkepanjangan. Di balik ketegasannya, ada kelembutan, kebapaan, dan hati yang mudah memaafkan.

Intelektual yang Rendah Hati

Mgr. Turang juga dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas. Ia senantiasa menulis, mengetik, dan merangkum gagasan lewat laptop pribadinya. Setiap ide yang melintas di benaknya berusaha ia tangkap dan tuangkan, demi membangun gereja dan umat. Dalam setiap kesempatan bicara, ia kerap menunjuk ke dahinya—sebagai simbol pentingnya berpikir jernih dan cerdas secara bertanggung jawab, bahwa iman pun harus disertai intelek yang bijaksana.

Ia selalu menekankan bahwa dalam hidup beriman, akal budi dan hati harus berjalan bersama. Manusia harus memakai otaknya untuk menjadi pribadi yang benar, berguna, dan bertanggung jawab.

Warisan Rohani yang Abadi

Masih terlalu banyak nilai, pengajaran, dan keteladanan yang ditanamkan oleh Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang dalam hidup dan karya pastoralnya. Kini, tugas kita semua untuk meneruskan warisan spiritual itu, agar terus hidup dan bertumbuh dalam Gereja dan masyarakat.

Selamat jalan, Yang Mulia Bapa Uskup. Terima kasih atas teladan hidup, dedikasi, dan cinta yang tak terbatas bagi umat. Prega per noi sempre—doakan kami selalu.

✍️ Romo Kornelis Usboko, Pr | Kupang, NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250