BudayaRIAU

Anggun dan Berwibawa, Busana Melayu Wakil Bupati Husni Tamrin Bersama Istri Curi Perhatian di Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27

×

Anggun dan Berwibawa, Busana Melayu Wakil Bupati Husni Tamrin Bersama Istri Curi Perhatian di Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin bersama istri mengenakan busana Melayu di Kirab Budaya Helat Pelalawan.
Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin dan istri tampil anggun dan berwibawa mengenakan busana Melayu dalam Kirab Budaya HUT Pelalawan ke-27, Jumat (9/10/2026).

Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin bersama istri tampil memukau dalam balutan busana Melayu tradisional.

​PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Nuansa Melayu yang kental dan penuh wibawa mewarnai kemeriahan rangkaian Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pelalawan ke-27. Di tengah gelaran acara yang penuh semarak tersebut, salah satu momen yang paling mencuri perhatian publik adalah penampilan Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, S.H., bersama sang istri, Hj. Rohani Tamrin, S.E.

​Keduanya tampil anggun dan serasi mengenakan busana bernuansa Melayu lengkap dengan paduan corak serta warna yang memikat mata. Kehadiran mereka di tengah masyarakat memperkuat nuansa tradisi yang menjunjung tinggi akar budaya lokal.

​Tampil Serasi Penuh Makna Filosofis di Kirab Budaya

​Kegiatan kirab budaya ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB, dengan mengambil rute perjalanan dari Taman Kenangan menuju Lapangan Mini Soccer. Sesuai dengan ketentuan dan semangat acara, seluruh peserta hadir mengenakan busana Melayu lengkap sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap adat dan budaya yang menjadi identitas utama masyarakat Kabupaten Pelalawan.

​Penampilan H. Husni Tamrin bersama istri tidak hanya menghadirkan kesan elegan secara visual, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kesantunan, kehormatan, dan keindahan tradisi luhur Melayu yang terjaga dengan baik.

​Bagi masyarakat Melayu, busana tradisional bukanlah sekadar pakaian seremonial belaka. Di balik setiap corak tenun, pemilihan warna, hingga kelengkapan atributnya, tersimpan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun—mulai dari sopan santun, tata krama, hingga wujud penghormatan terhadap adat istiadat setempat.

​Semangat “Mo La Kito Membangun Pelalawan”

​Kehadiran Wakil Bupati bersama istri dalam balutan busana tradisional tersebut turut memperkuat atmosfer kebudayaan sepanjang perayaan hari jadi kabupaten. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa kemajuan pembangunan daerah harus selalu berjalan beriringan dengan komitmen kuat dalam melestarikan adat dan budaya lokal.

​Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27 pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai ajang kemeriahan dan kebersamaan warga, melainkan juga ruang strategis untuk menampilkan kekayaan warisan budaya daerah kepada masyarakat luas.

​Mengusung semangat “Mo La Kito Membangun Pelalawan”, peringatan HUT ke-27 ini diharapkan semakin mempererat persatuan serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Melayu sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah Kabupaten Pelalawan. Sebab, sebagaimana ungkapan yang hidup di tengah masyarakat, busana boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi adat dan budaya Melayu harus tetap menjadi kebanggaan sepanjang zaman.

​✍ Reportase : Redaksi | Editor : Redaksi | Pelalawan – Riau.

​DETIKREPORTASE.COM — Busana Melayu Simbol Kehormatan, Jaga Tradisi Bangun Pelalawan Berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250