RIAUSosial

Bukan Mengejar Bola, Anak-Anak Never Surrender FC Turun ke Jalan Bagikan 400 Masker di Tengah Asap Sorek

×

Bukan Mengejar Bola, Anak-Anak Never Surrender FC Turun ke Jalan Bagikan 400 Masker di Tengah Asap Sorek

Sebarkan artikel ini
Anggota tim futsal Never Surrender FC membagikan masker kepada pengendara di Sorek Satu, Pelalawan.
Anak-anak muda Never Surrender FC bersama pejabat Dinas PPA Pelalawan Silvia Jonita saat membagikan 400 masker kepada warga di tengah kabut asap di Sorek Satu.

Tim Futsal Never Surrender FC Aksi Turun ke Jalan Bagikan 400 Masker di Sorek Satu Pelalawan

SOREK SATU — DETIKREPORTASE.COM | Biasanya mereka berlari mengejar bola di atas lapangan hijau. Namun pada sore hari, langkah anak-anak muda ini justru beralih menuju ke tepi jalan raya demi misi kemanusiaan.

​Tepat pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, skuad tim futsal Never Surrender FC turun ke kawasan depan Pasar Modern Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, untuk membagikan 400 masker gratis kepada warga serta pengguna jalan yang melintas.

​Tim ini bukanlah kumpulan atlet profesional. Never Surrender FC diisi oleh sekelompok anak muda yang sebagian besar masih berstatus pelajar dan dipersatukan oleh hobi serta kecintaan mendalam terhadap dunia sepak bola dan futsal.

​Dari lapangan rumput tempat mereka biasa menempa kekompakan, kepedulian sosial itu lahir ketika mereka menyaksikan langsung kondisi masyarakat yang terpaksa tetap beraktivitas di tengah kepungan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tanpa menunggu komando besar, mereka berinisiatif membagikan ratusan masker guna melindungi kesehatan warga.

​Sore itu tidak ada pertandingan yang digelar. Tidak ada pula trofi bergengsi yang diperebutkan di bawah terik matahari. Yang mereka bawa ke jalanan hanyalah sebuah rasa kepedulian tulus untuk sesama.

​Coach Rano Harianto: Olahraga Bukan Hanya Soal Menang dan Kalah

​Pelatih kepala Never Surrender FC, Rano Harianto, mengungkapkan bahwa aksi sosial tersebut merupakan wujud kepedulian sederhana dari timnya untuk meringankan beban masyarakat sekitar.

​“Kami hanya tim futsal, anak-anaknya juga banyak yang masih sekolah dan memang punya hobi sepak bola. Kami tidak punya kewenangan untuk menyelesaikan persoalan Karhutla. Tapi kalau ada yang bisa kami lakukan untuk membantu masyarakat, seperti membagikan masker, kenapa tidak kami lakukan,” ujar Rano.

​Menurut Rano, kegiatan spontan ini sekaligus menjadi sarana edukasi karakter bagi para pemain mudanya. Ia ingin menanamkan pemahaman bahwa esensi berolahraga tidak sekadar memburu kemenangan atau meratapi kekalahan di papan skor.

​Di tengah aksi pembagian masker tersebut, sebuah momen tak terduga turut mewarnai kegiatan mulia ini. Silvia Jonita dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Pelalawan kebetulan melintas di lokasi kejadian.

​Melihat semangat anak-anak muda Never Surrender FC membagikan masker, Silvia tergerak untuk menghentikan kendaraannya dan langsung bergabung bersama mereka membagikan masker kepada pengendara.

Tanpa ada seremoni formal, pertemuan singkat di pinggir jalan itu melebur menjadi aksi solidaritas bersama.

​“Saya kebetulan melintas dan melihat anak-anak Never Surrender sedang membagikan masker. Saya melihat mereka mau turun langsung membantu masyarakat. Menurut saya, ini hal yang baik, apalagi mereka masih muda dan sudah memiliki kepedulian seperti ini,” tutur Silvia.

​Memetik Pelajaran Berharga dari Lapangan Futsal Menuju Aksi Nyata

​Bagi anak-anak Never Surrender FC, kegiatan sore itu mungkin hanya berlangsung selama beberapa jam saja. Kendati demikian, pengalaman turun langsung ke tengah masyarakat memberikan pelajaran berharga yang tidak akan mereka temukan di dalam buku pelajaran sekolah maupun di atas lapangan futsal.

​Mereka menyadari bahwa keterbatasan usia maupun status sebagai pelajar bukanlah halangan untuk berbuat kebaikan. Mereka memang tidak memiliki daya untuk memadamkan karhutla secara instan, namun mereka tahu persis apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu sesama.

​Dari hobi bermain bola, mereka belajar tentang arti empati. Dari 400 masker yang dibagikan, mereka meninggalkan pesan moral yang kuat bahwa menumbuhkan kepedulian sosial tidak perlu menunggu diri kita menjadi besar atau mapan terlebih dahulu.

​Sore itu, Never Surrender FC memang tidak sedang bertanding untuk memenangkan trofi. Namun, mereka berhasil membawa pulang sesuatu yang jauh lebih bernilai dan tidak tercatat di papan skor: pengalaman berharga menjadi bagian dari kepedulian nyata bagi sesama warga.

​✍️ Penulis : Diky HR  | Editor : Redaksi | Sorek Satu – Pelalawan.

DETIKREPORTASE.COM — Dari Hobi Bermain Bola, Tumbuh Kepedulian untuk Sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250