Lapas I Kota Madiun Gencarkan Program Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian untuk Warga Binaan
MADIUN — DETIKREPORTASE.COM | Di balik dinding tinggi Lapas I Kota Madiun, hari-hari yang dilalui oleh para warga binaan tidak sekadar diisi dengan menjalani masa pidana. Berbagai aktivitas positif digalakkan secara konsisten, mulai dari belajar menjahit, membuat kerajinan tangan, membatik, hingga aktif mengikuti ragam kegiatan keagamaan.
Berbagai program pembinaan ini dirancang khusus sebagai upaya terpadu untuk membantu warga binaan dalam mengembangkan kepribadian sekaligus mengasah keterampilan praktis. Dengan demikian, mereka memiliki bekal yang matang ketika nantinya kembali berkumpul bersama keluarga di tengah masyarakat.
Secara garis besar, program pembinaan yang diterapkan dibagi menjadi dua pilar utama, yakni pembinaan kepribadian dan kemandirian. Pembinaan kepribadian mencakup aktivitas keagamaan, penyuluhan hukum, pendidikan formal maupun nonformal, kegiatan olahraga, serta kesenian.
Sementara itu, pilar pembinaan kemandirian difokuskan pada penguasaan keahlian kerja yang bernilai ekonomis, seperti kerajinan berbahan kayu atau bambu, teknik pertukangan, menjahit, membatik, kegiatan budidaya, hingga tata boga.
Bukan Sekadar Mengisi Waktu, Ini Komitmen Membangun Kemandirian
Seluruh rangkaian kegiatan produktif tersebut diharapkan mampu menjaga semangat positif para warga binaan selama menjalani masa hukuman di dalam lapas.
Selain pembinaan keterampilan fisik, penguatan aspek mental dan rohani juga rutin diberikan melalui kegiatan pengajian, tausiyah, hingga ibadah kebaktian sesuai dengan keyakinan masing-masing warga binaan. Ruang spiritual ini dihadirkan agar mereka dapat melakukan introspeksi diri secara mendalam sekaligus memperkuat tekad untuk memperbaiki masa depan.
Kepala Humas Lapas I Kota Madiun, Singgih, menegaskan bahwa masa menjalani pidana di balik jeruji besi sama sekali bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang.
“Lapas bukanlah akhir dari segalanya. Di sini kami berupaya membentuk pribadi yang lebih baik, bermanfaat dan mandiri, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun ketika kembali di tengah masyarakat,” jelas Singgih.
Sebanyak 800 Warga Binaan Terima Remisi pada Agustus 2026
Kabar baik turut menyertai perjalanan pembinaan para warga binaan. Singgih mengungkapkan bahwa pada perayaan bulan Agustus 2026, sebanyak 800 warga binaan dari total keseluruhan 1.200 warga binaan di Lapas I Kota Madiun berhasil mendapatkan pengurangan masa hukuman atau remisi.
Pemberian remisi ini tentu diberikan setelah memenuhi seluruh persyaratan administratif dan substantif yang berlaku.
“Bulan Agustus kemarin Lapas memberikan remisi kepada 800 warga binaan dari 1.200 jumlah keseluruhan warga binaan. Harapan kami, pembinaan-pembinaan yang diberikan selama di Lapas bisa memberikan manfaat positif bagi warga binaan setelah keluar dan memulai kehidupan yang lebih baik,” ungkap Singgih.
Melalui kombinasi pembinaan keterampilan, penguatan rohani, serta motivasi remisi yang didapatkan, para warga binaan diharapkan terus berproses menyiapkan diri menghadapi dunia luar. Sebab, masa pidana lambat laun akan usai, dan bekal keahlian serta tekad kuatlah yang akan menuntun mereka melangkah menuju lembaran hidup yang lebih baik.
✍️ Penulis : Tim Redaksi | Editor : Redaksi | Madiun – Jawa Timur.
DETIKREPORTASE.COM — Dari Balik Jeruji, Menyiapkan Langkah untuk Kehidupan yang Lebih Baik.





