Tiga Pekerja Alami Luka Serius Akibat Ekskavator Terperosok di Lubang Tambang Ilegal Buntulia
POHUWATO — DETIKREPORTASE.COM | Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kembali memicu kecelakaan. Sebuah ekskavator terperosok di kawasan tambang ilegal Tomula, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 04.00 WITA.
Sedikitnya tiga pekerja dilaporkan mengalami luka serius dalam insiden tersebut. Para korban kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis darurat akibat cedera berat seperti patah tulang dan luka fisik lainnya.
Kronologi Kejadian dan Evakuasi Korban ke Rumah Sakit
Informasi yang dihimpun dari lokasi menyebutkan bahwa ketiga pekerja sedang melakukan aktivitas pengerukan ketika ekskavator melintas di bagian atas lubang tambang. Tanah di sekitar lubang tiba-tiba bergerak dan longsor, sehingga alat berat kehilangan keseimbangan dan terperosok ke dalam lubang. Para pekerja yang berada di sekitar lokasi berupaya menyelamatkan diri sekaligus mengevakuasi rekan mereka.
Salah satu korban, Ridwan Mbuinga alias Uto, menceritakan detik-detik menegangkan saat kecelakaan terjadi.
“Pas excavator lewat, tiba-tiba lubang longsor spontan. Saya langsung lompat lari, baru patah tulang kaki.”
Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi tambang, para korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan. Dua orang korban mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bumi Panua Pohuwato, sementara satu korban lainnya harus dirujuk ke RSUD Aloei Saboe di Kota Gorontalo akibat luka yang lebih parah.
Polisi Belum Berikan Keterangan Resmi dan Desakan Penertiban
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang secara spesifik menjelaskan kronologi lengkap insiden, status legalitas aktivitas tambang, maupun langkah hukum terhadap penggunaan alat berat di lokasi tersebut.
Kecelakaan di kawasan Tomula ini kembali menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Penggunaan alat berat jenis ekskavator di area lubang tambang dengan kondisi tanah yang labil sangat membahayakan keselamatan para pekerja. Publik kini menanti langkah tegas aparat dalam menertibkan praktik PETI agar keselamatan nyawa manusia tidak terus-menerus menjadi taruhan.
✍️ Penulis : Yanto| Editor : Redaksi | Pohuwato – Gorontalo.
DETIKREPORTASE.COM — Ketika emas dikejar, keselamatan pekerja jangan sampai menjadi taruhannya.





