Kalimantan Barat

Doa Bersama Lintas Agama, Ikhtiar Bersama Menjaga Ketapang sebagai Rumah Besar

×

Doa Bersama Lintas Agama, Ikhtiar Bersama Menjaga Ketapang sebagai Rumah Besar

Sebarkan artikel ini

KETAPANG, Detik Reportase.com kalbar — Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Di tanah ini, masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan adat istiadat hidup berdampingan, saling menghargai, saling menghormati, serta bersama-sama membangun kehidupan yang aman, damai, dan harmonis.

Nilai kebersamaan itulah yang kembali terlihat dalam Doa Bersama Lintas Agama yang digelar Minggu, 9 Agustus 2026 malam, di halaman Kantor Bupati Ketapang. Kegiatan tersebut dihadiri para pemuka lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat.

Doa bersama menjadi ikhtiar untuk memohon keselamatan, perlindungan, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana. Di tengah kondisi cuaca kering yang terjadi di sejumlah wilayah Ketapang dalam beberapa pekan terakhir, doa juga dipanjatkan agar hujan segera turun, membasahi bumi, memberikan kesejukan, dan menjauhkan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam kesempatan tersebut, Saya Bupati Ketapang mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan ikhtiar menghadapi potensi karhutla. Ia juga mengimbau masyarakat di 20 kecamatan untuk melaksanakan doa bersama dengan melibatkan pemuka agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing.

Menghadapi kondisi alam tidak cukup hanya dengan doa, tetapi harus disertai tindakan nyata. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air, meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta bersama-sama menjaga lingkungan.

«“Menjaga Ketapang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah.”»

Pesan tersebut menjadi penting karena Ketapang bukan hanya milik pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat. Pemerintah, aparat keamanan, pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda, dunia usaha, hingga masyarakat di tingkat desa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga daerah ini.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di wilayah yang kondisi lahannya kering dan mudah terbakar. Kepolisian menegaskan akan mengambil tindakan tegas dan memproses secara hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan.

Sementara itu, Ketua PCNU Ketapang Dr. KH. Abdullah Al-Faqir mengajak masyarakat, pemuka agama, dan tokoh masyarakat untuk terus memperbanyak doa, khususnya setelah melaksanakan ibadah. Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik dan masyarakat terhindar dari berbagai musibah serta bencana.

Lebih dari sekadar kegiatan doa, pertemuan lintas agama tersebut menjadi gambaran nyata tentang wajah masyarakat Ketapang yang dewasa, toleran, rukun, aman, dan egaliter.

Di Ketapang, perbedaan suku, agama, budaya, dan adat istiadat bukanlah alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan menjaga.

Kita semua berpijak di tanah yang sama, menghirup udara yang sama, mencari rezeki di bumi yang sama, bercocok tanam, bekerja, dan membangun kehidupan bersama. Karena itu, ketika Ketapang menghadapi kekeringan dan ancaman karhutla, sudah semestinya seluruh masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaganya.

Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan. Dan menjaga kerukunan berarti menjaga rumah besar yang menjadi tempat kita semua hidup.

Semoga doa yang dipanjatkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama yang membawa keberkahan. Semoga hujan segera turun, bumi Ketapang kembali sejuk, masyarakat senantiasa dilindungi, dan daerah ini dijauhkan dari karhutla serta berbagai musibah dan bencana.

Ketapang adalah rumah besar kita bersama.

Berbeda dalam identitas, bersatu dalam kehidupan. Beragam dalam budaya, satu dalam menjaga Ketapang.

Reporter Slamet
Detik Reportase com kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250