Jawa Tengah

Ratusan Warga Kepung Kejari Purworejo, Desak Pengusutan Korupsi Mini Zoo Tak Berhenti di Tiga Tersangka

×

Ratusan Warga Kepung Kejari Purworejo, Desak Pengusutan Korupsi Mini Zoo Tak Berhenti di Tiga Tersangka

Sebarkan artikel ini
Ratusan warga yang tergabung dalam aliansi berunjuk rasa di depan Kantor Kejari Purworejo menuntut pengusutan korupsi Mini Zoo.
Aksi damai ratusan warga di depan Kantor Kejari Purworejo mendesak penuntasan kasus korupsi pembangunan Mini Zoo.

Aksi Damai Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Purworejo

PURWOREJO | DETIKREPORTASE.COM – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Purworejo menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo, Senin (27/7/2026). Massa mendesak agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Mini Zoo Purworejo secara menyeluruh, transparan, dan tanpa pandang bulu.

​Aksi massa yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat ini dimulai dengan penyampaian orasi dan aspirasi di depan kantor Kejari, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan aksi long march menuju Gedung DPRD Kabupaten Purworejo untuk menuntut hal serupa.

​Koordinator aksi, Sumakmun, menegaskan bahwa demonstrasi tersebut sama sekali bukan bentuk intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan, melainkan wujud nyata pengawalan publik agar penegakan hukum menjunjung tinggi asas keadilan.

Penting Diketahui: Memahami regulasi serta sistem penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia merupakan landasan penting dalam mengawal transparansi anggaran negara. Simak ketentuan hukum selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

​”Kami tidak mengintervensi penegakan hukum. Yang kami tuntut adalah proses yang adil, objektif, transparan, dan menjunjung asas equality before the law. Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum,” ujar Sumakmun di hadapan massa aksi.

​Pertanyakan Penetapan Tersangka dan Desak Usut Hulu ke Hilir

​Menurut Sumakmun, pihak aliansi mempertanyakan alasan Kejari Purworejo yang hingga kini baru menetapkan tiga orang tersangka. Padahal, sebelumnya mereka telah melaporkan delapan pihak yang diduga memiliki keterkaitan langsung dengan proyek tersebut—mulai dari mantan kepala daerah, mantan Sekretaris Daerah, mantan Kepala Dinporapar, tim perencana, pelaksana, pengawas, hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

​Ia menilai bahwa penanganan perkara korupsi tidak boleh setengah-setengah atau hanya berhenti pada pelaksana teknis di lapangan saja.

​”Korupsi harus diusut dari hulu hingga hilir, mulai tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, sampai pengawasan. Jika dalam proses hukum ditemukan bukti keterlibatan pihak lain, maka harus ditindak tanpa pengecualian,” tegasnya.

​Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal kasus ini, aliansi berencana menggalang dukungan tanda tangan publik yang nantinya akan dikirimkan langsung kepada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung di Jakarta.

Analisis Penegakan Hukum dan Pengawasan Anggaran: Pengawasan terhadap akuntabilitas proyek infrastruktur publik dan penegakan hukum yang berkeadilan menjadi pilar utama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di daerah. Pelajari bagaimana pola pengawasan tata kelola instansi diulas dalam laporan mendalam kami: https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

​Kejari Purworejo: Peluang Tersangka Baru Masih Terbuka

​Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo, Widi Trismono, yang turun langsung menemui massa menyampaikan apresiasi atas jalannya aksi unjuk rasa yang berlangsung secara tertib, aman, dan damai.

​Widi menjelaskan bahwa berkas perkara dugaan korupsi pembangunan Mini Zoo tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, dan ketiga terdakwa telah dipindahkan untuk menjalani proses persidangan di muka hukum.

​”Kami mengajak masyarakat dan rekan-rekan media mengawal jalannya persidangan agar berlangsung terbuka, objektif, dan transparan,” kata Widi.

​Lebih lanjut, Kajari menegaskan bahwa peluang penambahan tersangka baru masih sangat terbuka apabila selama proses persidangan di pengadilan nantinya muncul fakta-fakta hukum baru maupun alat bukti sah yang memenuhi ketentuan KUHAP. Menurutnya, penetapan tersangka wajib didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah serta terpenuhinya unsur kesalahan (mens rea).

​Selain fokus pada penindakan pidana, Kejari Purworejo juga memprioritaskan upaya pemulihan kerugian keuangan negara yang dalam perkara ini ditaksir mencapai angka Rp6,5 miliar. Penelusuran aset milik para terdakwa akan terus dilakukan guna kepentingan penyitaan dan pelelangan sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku.

​”Penegakan hukum bukan hanya menghukum pelaku, tetapi juga mengembalikan kerugian negara semaksimal mungkin,” tambahnya.

​Indikasi Perubahan Konstruksi dan Kerusakan Fisik

​Dalam kesempatan yang sama, pihak Kejari Purworejo turut membeberkan hasil pemeriksaan awal yang menemukan adanya indikasi penyimpangan berupa perubahan dimensi serta kemiringan talud yang tidak sesuai dengan perencanaan awal.

​Perubahan spesifikasi tersebut diduga kuat memengaruhi kekuatan konstruksi bangunan, sehingga berakibat pada kondisi fisik kawasan Mini Zoo yang saat ini mengalami kerusakan parah dan rawan terjadi tanah longsor. Kejari mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo agar langkah-langkah penanganan teknis darurat dapat segera diambil tanpa mengganggu proses hukum yang sedang berjalan, sejalan dengan komitmen pengawasan ketat terhadap berbagai program pembangunan daerah: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

​✍️ Reporter : Edvin Riswanto | Editor : Tim | detikreportase.com | Purworejo – Jawa Tengah

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250