Kalimantan Barat

Bupati Ketapang Pimpin Kontingen di PGD Kalbar ke-40, Tegaskan Kesakralan Gelar Adat Dayak Ketapang

×

Bupati Ketapang Pimpin Kontingen di PGD Kalbar ke-40, Tegaskan Kesakralan Gelar Adat Dayak Ketapang

Sebarkan artikel ini

Bupati Ketapang Pimpin Kontingen di PGD Kalbar ke-40, Tegaskan Kesakralan Gelar Adat Dayak Ketapang

KETAPANG,Detik Reportase.com kalbar Prokopim – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aok, yang menyandang gelar adat Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua, menghadiri sekaligus memimpin langsung kontingen Kabupaten Ketapang pada Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Rumah Radakng, Pontianak, Rabu (20/5/2026).

Kehadiran Bupati Ketapang dalam ajang budaya tahunan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan adat serta budaya Dayak khas Ketapang di tingkat regional maupun internasional.

Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PGD Kalbar ke-40 secara aktif, mulai dari ritual pembukaan, prosesi penyambutan tamu, hingga agenda penutupan.

“Kami sangat menyambut baik momen ini dan mengambil kesempatan ini dengan sangat serius. Saya hadir langsung untuk memberikan dukungan sekaligus membakar semangat kontingen Kabupaten Ketapang yang sedang tampil di tingkat provinsi,” ujar Alexander Wilyo usai menghadiri pembukaan PGD Kalbar ke-40.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ketapang juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan PGD Kalbar tahun 2026.

Sebagai salah satu agenda penting dan sakral dalam rangkaian kegiatan PGD, kontingen Kabupaten Ketapang dijadwalkan melaksanakan upacara adat Pesalin pada Kamis, 21 Mei 2026. Prosesi tersebut merupakan tradisi penganugerahan gelar adat kehormatan yang dilaksanakan berdasarkan ritual dan pakem adat Dayak khas Kabupaten Ketapang.

Gelar adat kehormatan tersebut direncanakan akan diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa dan memiliki kontribusi terhadap pelestarian adat dan budaya Dayak, termasuk tokoh dari Kalimantan Barat maupun Sarawak, Malaysia.

Menanggapi berbagai isu dan rumor terkait klaim pemberian gelar adat secara sepihak, Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa gelar adat dalam tradisi Dayak Ketapang bersifat sakral dan tidak dapat diberikan secara sembarangan.

“Di Ketapang, gelar adat itu tidak sembarangan dan tidak boleh diklaim sepihak. Gelar tersebut hanya diberikan oleh pihak yang sah dan berwenang, yaitu para ketua adat atau sesepuh pemegang adat kepada figur yang dinilai layak, melalui ritual-ritual khusus yang sakral,” tegasnya.

Menurut Bupati, momentum PGD Kalbar ke-40 tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap memahami dan menghormati nilai-nilai adat serta warisan leluhur Dayak.

Bupati Ketapang berharap seluruh rangkaian kegiatan dan penampilan kontingen Kabupaten Ketapang dapat berjalan lancar, sukses, dan semakin memperkuat eksistensi budaya Dayak Ketapang di Kalimantan Barat.

Mengakhiri keterangannya, Bupati Ketapang menyampaikan salam adat Dayak yang disambut antusias masyarakat dan kontingen yang hadir.

“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata. Arus… Arus… Arus…,” pungkasnya.

Reporter Slamet
Detik Reportase com kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250