Pengurasan PHB Jelambar Jadi Langkah Cepat Antisipasi Genangan
JAKARTA BARAT|DETIKREPORTASE.COM – Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan pengurasan saluran penghubung (PHB) di kawasan Jelambar sebagai langkah pencegahan banjir dan antisipasi genangan saat musim hujan.
Kegiatan berlangsung di Jalan Hemat Raya, RT 1, 2, dan 3 RW 03, Kelurahan Jelambar, dengan melibatkan 40 personel gabungan dari PPSU Kelurahan Jelambar dan Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Grogol Petamburan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi saluran air di kawasan padat penduduk yang dinilai rawan mengalami penyumbatan akibat endapan lumpur dan sampah.
1.000 Karung Lumpur dan Sampah Berhasil Diangkat
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengangkat sekitar 1.000 karung lumpur, sampah, dan sedimen yang selama ini menyumbat aliran air.
Endapan itu dinilai menjadi penyebab utama terganggunya fungsi saluran dan berpotensi memicu genangan saat hujan deras mengguyur wilayah Jakarta Barat.
Lurah Jelambar, Pradista Machdala Putra, menjelaskan bahwa pengurasan dilakukan secara manual agar petugas dapat menjangkau titik-titik sempit yang sulit diakses alat berat.
“Pengurasan dilakukan secara manual menggunakan pacul, ember, dan karung agar titik sempit tetap bisa dijangkau secara maksimal,” ujarnya.
Untuk memahami bagaimana tanggung jawab lingkungan dan kelalaian publik juga memiliki konsekuensi hukum dalam tata kelola kawasan perkotaan, masyarakat dapat merujuk pada regulasi yang berlaku.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Normalisasi Drainase Jadi Fokus Pencegahan Banjir
Menurut Pradista, lumpur dan sedimen yang berhasil diangkat selanjutnya dibawa ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan agar tidak kembali mencemari saluran.
Pengurasan berkala ini merupakan bagian dari program normalisasi saluran dan perawatan rutin drainase di wilayah Jelambar yang dikenal padat aktivitas dan permukiman.
Pemerintah setempat menilai upaya pembersihan drainase tidak hanya penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah teknis yang krusial dalam menekan potensi banjir perkotaan.
Persoalan drainase dan banjir di kawasan padat penduduk juga mencerminkan tantangan tata kelola wilayah yang lebih luas secara nasional.
Lihat peta besarnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Perawatan Rutin Dinilai Kunci Lingkungan Sehat
Pemerintah Kota Jakarta Barat menegaskan pengurasan saluran secara berkala akan terus dilakukan untuk menjaga fungsi drainase tetap optimal, khususnya saat curah hujan tinggi.
Langkah ini dinilai penting agar saluran air tetap lancar, lingkungan lebih bersih, dan risiko genangan di kawasan permukiman dapat diminimalkan.
Selain penanganan teknis, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas saluran drainase.
Kondisi ini kembali menegaskan bahwa persoalan lingkungan perkotaan membutuhkan pengawasan berkelanjutan dan tata kelola yang konsisten, sebagaimana tantangan serupa yang juga muncul di sektor lain secara nasional.
Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Dengan pengurasan saluran ini, Pemerintah Kota Jakarta Barat berharap kawasan Jelambar lebih siap menghadapi musim hujan dan terhindar dari ancaman genangan yang merugikan warga.
✍️ Ardiasnyah | detikreportase.com | Jakarta Barat – DKI Jakarta
DETIKREPORTASE.COM : Drainase Tertata, Kota Lebih Siaga





