Kalimantan Barat

Merajut Kedamaian di Tanah Kayong: Komitmen Bersama-sama Untuk Menjaga Rumah Besar Kita

×

Merajut Kedamaian di Tanah Kayong: Komitmen Bersama-sama Untuk Menjaga Rumah Besar Kita

Sebarkan artikel ini

Merajut Kedamaian di Tanah Kayong: Komitmen Bersama-sama Untuk Menjaga Rumah Besar Kita

Ketapang,Detik Reportase.com kalimantan Barat – Kabupaten Ketapang yang kita cintai ini bukanlah sekadar hamparan wilayah administratif di peta Kalimantan Barat. Ia adalah tanah yang diberkati dengan keberagaman, tempat di mana nafas kebudayaan, kearifan lokal, dan semangat gotong royong menyatu menjadi satu identitas: Ketapang yang aman, damai, dan kondusif.

Sebagai pemimpin daerah, saya selalu memandang kabupaten ini sebagai sebuah “Rumah Besar Kita Bersama.” Di dalam rumah inilah, kita semua—baik pemerintah, masyarakat, maupun para investor—hidup berdampingan, saling membutuhkan, dan saling menjaga.

Menjadi pemimpin berarti menjadi penjaga harmoni. Tanggung jawab saya tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur atau urusan administratif semata. Lebih dari itu, saya memikul amanah untuk memastikan bahwa hati masyarakat tetap tenang, persaudaraan tetap terjaga, dan setiap potensi konflik dapat diredam sebelum ia tumbuh menjadi api. Bagi saya, musyawarah mufakat bukanlah sekadar tradisi masa lalu, melainkan energi utama yang membuat Ketapang tetap kokoh dalam keberagaman.

Beberapa waktu lalu, saya dihadapkan pada situasi yang memerlukan kehadiran dan sentuhan kepemimpinan. Ada sebuah persoalan yang melibatkan saudara kita, tokoh adat Sdr. Tarsisius Fendy, dengan pihak PT Mayawana Persada. Saya sadar, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, yang rugi bukanlah satu atau dua pihak, melainkan kita semua—masyarakat Ketapang yang mendambakan kedamaian.
Dengan niat yang tulus untuk memulihkan keadaan, saya hadir di tengah-tengah mereka sebagai mediator.

Saya ingin memastikan bahwa proses penyelesaian dilakukan dengan cara yang elegan, penuh rasa hormat, dan mengedepankan kemanusiaan di atas segalanya. Dalam ruang musyawarah yang teduh, saya melihat ada keinginan yang sama dari kedua belah pihak untuk berdamai.

Pada kesempatan ini, Saya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada manajemen PT Mayawana Persada. Sikap yang ditunjukkan—kesediaan untuk duduk bersama, kerendahan hati untuk saling mendengarkan, serta keputusan untuk menempuh jalan damai—adalah sebuah sikap kesatria. Perusahaan telah memberikan ruang bagi terciptanya solusi yang damai. Ini adalah cerminan dari perusahaan yang tidak hanya hadir untuk berinvestasi, tetapi juga hadir untuk menjadi bagian dari ekosistem sosial yang harmonis. Kami menghargai langkah ini sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap stabilitas sosial di daerah kami.

Kini, perdamaian telah kita rajut kembali. Lembaran kesepakatan sudah tertoreh sebagai bukti bahwa musyawarah mufakat selalu lebih mulia daripada perselisihan.

Terkait langkah formal berikutnya, kami sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada kuasa hukum, Sdr. Rupinus Junaidi, S.H., yang akan mengomunikasikan semangat perdamaian ini kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Ketapang.

Kepada jajaran Polres dan Kejaksaan Negeri Ketapang yang kami hormati, besar harapan kami agar semangat perdamaian yang telah dicapai melalui musyawarah mufakat ini dapat disambut dengan hati yang terbuka. Melalui mekanisme Restorative Justice (Keadilan Restoratif), kami berharap kesepakatan ini menjadi pintu untuk memulihkan keharmonisan yang sempat terganggu, tanpa perlu lagi menempuh jalan yang panjang dan melelahkan.

Kita semua tentu berharap, hal serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari, sehingga suasana yang kondusif dan penuh kebersamaan di Kabupaten Ketapang dapat terus terjaga.

Semoga aparat penegak hukum, sebagai pilar keamanan kita, dapat mendukung niat luhur ini agar persaudaraan di Ketapang tetap kokoh.

Mari kita terus jaga Ketapang kita. Mari kita pastikan bahwa setiap tetes keringat yang kita keluarkan untuk daerah ini, baik dari sisi pemerintahan maupun investasi, selalu bermuara pada kesejahteraan rakyat dan kedamaian hidup bersama. Karena pada akhirnya, stabilitas dan kedamaian adalah warisan terindah yang bisa kita berikan untuk anak cucu kita kelak. Di Ketapang, kita bukan sekadar penduduk, kita adalah keluarga yang saling menjaga.

Sebagai penutup, saya memiliki harapan besar bahwa kesepakatan ini menjadi pintu pembuka bagi hubungan yang lebih harmonis ke depannya. Saya mengajak PT Mayawana Persada untuk senantiasa menjadikan “Surat Bupati Ketapang” sebagai komitmen dalam beroperasi di tanah kita ini:
1. Utamakan Tenaga Kerja Lokal: Memberikan prioritas kepada masyarakat Ketapang dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja sesuai kebutuhan dan kemampuan.
2. Tingkatkan Kemampuan Masyarakat Lokal: Melakukan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan warga agar mereka semakin berdaya saing.
3. Selesaikan Masalah dengan Cara Baik-Baik: Senantiasa mengedepankan musyawarah mufakat dalam setiap perselisihan agar solusi yang diambil adil bagi semua pihak.
4. Jalankan dengan Komitmen: Patuh pada setiap kesepakatan bersama dengan penuh tanggung jawab demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Jika prinsip-prinsip ini kita pegang teguh, saya yakin Ketapang akan terus menjadi rumah yang sejuk, aman, dan sejahtera bagi kita semua. Mari kita jaga harmoni ini, karena pada akhirnya, kedamaian adalah warisan terindah yang bisa kita berikan untuk masa depan daerah kita.

Reporter Slamet
Detik Reportase com kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250