BeritaJawa Barat

Nasional Tasikmalaya Antisipasi Banjir: Aksi Bersih Sungai Nagarawangi, Efektifkah Cegah Luapan Air?

523
×

Nasional Tasikmalaya Antisipasi Banjir: Aksi Bersih Sungai Nagarawangi, Efektifkah Cegah Luapan Air?

Sebarkan artikel ini
kerja bakti bersih sungai tasikmalaya cegah banjir
Tumpukan sampah yang di bersihkan Petugas dan warga yang menyumbat saluran air di Tasikmalaya

Aksi Bersih Saluran Air Libatkan Berbagai Elemen

TASIKMALAYA|DETIKREPORTASE.COM – Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan langkah kolaboratif dalam mengantisipasi potensi banjir dengan menggelar aksi kerja bakti pembersihan saluran air di wilayah Kelurahan Nagarawangi, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengerukan sampah yang menyumbat aliran air dan berpotensi memicu luapan saat curah hujan tinggi.

Kegiatan kerja bakti ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat kelurahan, hingga masyarakat setempat. Pemerintah Kota Tasikmalaya menilai bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan hasil dari temuan di lapangan terkait kondisi saluran air yang tersumbat.

“Berdasarkan hasil pantauan bersama pihak kelurahan, kami menemukan adanya penumpukan sampah yang berpotensi menyebabkan tersumbatnya aliran air dan memicu luapan di sekitar kawasan Jalan HZ Mustofa,” ujarnya.

Menurutnya, langkah pembersihan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko banjir di kawasan perkotaan.

 

Peran Masyarakat Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Pemerintah Kota Tasikmalaya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun saluran air.

Kesadaran kolektif dinilai menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya penyumbatan aliran air yang sering kali menjadi penyebab utama banjir di kawasan perkotaan.

“Perlu adanya keterlibatan semua pihak agar dampak pemicu banjir bisa diminimalisir. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat,” tegasnya.

Untuk memahami bagaimana tanggung jawab publik dan konsekuensi hukum terhadap pengelolaan lingkungan diatur, masyarakat dapat merujuk pada regulasi yang berlaku.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Dinas LH Turunkan Armada dan Personel

Selain Dinas PUTR, kegiatan ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tasikmalaya. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas LH, Feri Arif Maulana, turut hadir dan mengerahkan sejumlah personel serta armada pengangkut sampah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan sampah yang telah dikeruk dari saluran air dapat langsung diangkut dan tidak kembali menumpuk di lokasi yang sama.

Sinergi antar instansi ini menjadi bagian dari strategi penanganan terpadu dalam menghadapi persoalan lingkungan perkotaan yang kompleks, khususnya dalam pengelolaan sampah dan drainase.

Fenomena banjir akibat pengelolaan lingkungan yang kurang optimal juga menjadi perhatian dalam skala nasional, termasuk dalam konteks tata kelola dan pengawasan.

Lihat peta besarnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

 

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Harapan Keberlanjutan

Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem, langkah preventif seperti pembersihan saluran air menjadi penting untuk dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi sesaat, tetapi dapat menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat.

Upaya ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan faktor alam, tetapi juga perilaku manusia dalam menjaga lingkungan.

Kasus ini mencerminkan pentingnya tata kelola lingkungan yang baik dan berkelanjutan, sebagaimana tantangan yang juga terjadi di sektor lain secara nasional.

Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko banjir di Kota Tasikmalaya dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh warga.

✍️ Maman M | detikreportase.com | Tasikmalaya – Jawa Barat

DETIKREPORTASE.COM : Lingkungan Bersih, Kota Tangguh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250