BeritaRIAU

Wakil Ketua Komisi II  DPRD Pelalawan Jadi Khatib Salat Id: Pesan Menyentuh H. M. Bakri, Apa Maknanya bagi Jemaah?

548
×

Wakil Ketua Komisi II  DPRD Pelalawan Jadi Khatib Salat Id: Pesan Menyentuh H. M. Bakri, Apa Maknanya bagi Jemaah?

Sebarkan artikel ini
H. M. Bakri saat jadi Khatib Salat Id di Masjid Al Husni di Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan - Riau, Sabtu 21 Maret 2026.

Pelaksanaan Salat Id di Sorek Satu: Antusiasme Warga di Tengah Cuaca Cerah

PELALAWAN | DETIKREPORTASE.COM – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Al Husni, Kampung Baru, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (21/3/2026). Cuaca pagi yang cerah turut menambah semangat jemaah untuk memadati area masjid sejak pagi hari.

Hadir dalam kesempatan tersebut, H. M. Bakri yang merupakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan sekaligus Ketua DPD PAN Pelalawan. Dalam momentum Hari Raya Idulfitri tersebut, ia tidak hanya mengikuti salat berjemaah, tetapi juga dipercaya menjadi khatib.

Jemaah yang hadir terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, warga sekitar, hingga para perantau yang tengah mudik. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya saf hingga meluber ke halaman masjid.

Salat Id dipimpin oleh Imam Ridho Afdol yang memandu jalannya ibadah dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Pelaksanaan berjalan lancar tanpa hambatan.

 

Pesan Khotbah: Refleksi Ramadhan dan Nilai Kemanusiaan

Dalam khutbahnya, H. M. Bakri menyampaikan sejumlah pesan yang menekankan makna spiritual dan sosial dari Idulfitri. Ia mengajak jemaah untuk tidak melupakan nilai-nilai Ramadhan yang telah dijalani selama sebulan penuh.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:

Rasa haru dan sedih meninggalkan bulan Ramadhan sebagai ladang pahala yang penuh keberkahan

Pentingnya saling memaafkan sebagai bentuk pembersihan hati

Implikasi setelah puasa, yakni menjaga konsistensi ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari

Menghormati dan Mengirim doa kepada orang tua dan keluarga, baik yang masih hidup maupun yang telah mendahului

Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat yang hadir.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

Momentum keagamaan seperti Idulfitri juga menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab moral dan sosial, baik sebagai individu maupun sebagai pejabat publik dalam kehidupan berbangsa.

 

Apresiasi Jemaah: Khotbah Dinilai Menyentuh dan Membumi

Salah satu jemaah, Bahtiar J., menyampaikan apresiasi terhadap sosok H. M. Bakri. Ia menilai bahwa selain aktif sebagai wakil rakyat, H. M. Bakri juga dikenal dekat dengan masyarakat.

“Beliau sangat bermasyarakat dan loyal. Isi khutbahnya tadi juga sangat menyentuh, terasa dekat dengan kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, seorang jemaah lain yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan kesan positif terhadap khutbah yang disampaikan.

“Kami merasa tersentuh dengan isi ceramahnya. Pesannya sederhana, tapi mengena dan mengingatkan kami untuk jadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan,” ungkapnya.

Apresiasi tersebut mencerminkan harapan masyarakat terhadap figur publik yang tidak hanya hadir dalam konteks formal, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Fenomena kedekatan antara pejabat dan masyarakat ini menjadi penting dalam membangun kepercayaan publik, sekaligus memperkuat nilai transparansi dan akuntabilitas.

 

Momentum Kebersamaan: Open House dan Harapan ke Depan

Usai pelaksanaan Salat Id, H. M. Bakri turut mengundang para jemaah untuk menghadiri makan bersama di kediamannya. Kegiatan tersebut menjadi awal dari open house yang terbuka untuk masyarakat umum.

Suasana kebersamaan tampak hangat, di mana warga saling bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan di hari kemenangan. Momen ini sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, momentum Idulfitri juga menjadi refleksi terhadap berbagai tantangan sosial, termasuk dalam tata kelola publik yang masih membutuhkan perhatian di berbagai sektor.

Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Perayaan ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan sosial, serta menumbuhkan nilai kejujuran dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.

✍️ Diky HR | detikreportase.com | Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM : Merawat Nilai Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250