Kalimantan Barat

Bupati dan Forkopimda Hadiri Cap Go Meh Ketapang, Harmoni Budaya Terjaga

6
×

Bupati dan Forkopimda Hadiri Cap Go Meh Ketapang, Harmoni Budaya Terjaga

Sebarkan artikel ini

Bupati dan Forkopimda Hadiri Cap Go Meh Ketapang, Harmoni Budaya Terjaga

Ketapang, Detik Reportase.com Kalimantan Barat** – Toleransi di Kabupaten Ketapang bukan sekadar semboyan, melainkan menjadi napas kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Harmoni itu kembali terlihat dalam perayaan Cap Go Meh yang berlangsung meriah, ditandai arak-arakan Barongsai dan Naga yang memukau ribuan warga.

Dentuman tambur dan gemerincing simbal mengiringi liukan naga yang lincah di sepanjang rute perayaan. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi milik warga keturunan Tionghoa, tetapi dirayakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat Ketapang. Warga dari berbagai latar belakang suku dan agama tampak antusias menyaksikan sekaligus terlibat dalam kemeriahan budaya tahunan tersebut.

Menariknya, para pemain Barongsai dan Naga tidak hanya berasal dari etnis Tionghoa. Pemuda-pemudi dari suku Melayu, Dayak, Jawa, Madura, dan lainnya turut ambil bagian. Mereka berlatih bersama, bergerak seirama, dan menyatu dalam irama yang sama. Kekompakan itu menjadi simbol kuat bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan yang menyatukan.

Selain pertunjukan Barongsai dan Naga, atraksi Tatung turut menjadi perhatian utama. Dengan penuh keberanian dan kekhusyukan, para Tatung menampilkan atraksi budaya yang memukau dan sarat makna spiritual. Penampilan tersebut disambut tepuk tangan meriah masyarakat yang memadati lokasi acara.

Perayaan Cap Go Meh tahun ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya dan penguatan nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Alexander Wilyo kembali menegaskan komitmennya terhadap persatuan dan kebersamaan. Ia mengingatkan bahwa Ketapang adalah rumah bersama bagi seluruh suku, agama, dan golongan.

“Ketapang adalah rumah kita bersama, mari kita rawat dan kita jaga bersama-sama untuk Ketapang yang hebat, lebih maju, dan berkeadilan,” ujarnya.

Sinergitas antar suku di Ketapang juga diperkuat oleh peran kelembagaan adat dan para tokoh masyarakat yang senantiasa menjaga nilai persaudaraan. Setiap perayaan budaya berlangsung dalam suasana damai, penuh saling menghormati, serta menjunjung tinggi semangat persatuan.

Perayaan Cap Go Meh di Ketapang bukan hanya pesta budaya, melainkan cerminan nyata toleransi dalam keberagaman. Semua warisan budaya yang ada harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai identitas bersama. Dari dentuman tambur hingga liukan naga, dari atraksi Tatung hingga kebersamaan warga di sepanjang jalan, semuanya menjadi bukti bahwa Ketapang berdiri kokoh karena persatuan dan semangat gotong royong masyarakatnya.

Reporter Slamet
Sumber Tim PWK
Detik Reportase com kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250