Program wisata literasi dan sains menjadi strategi membangun generasi
MAUMERE, SIKKA | DETIKREPORTASE.COM — Upaya memperkuat kualitas pendidikan dasar di daerah kembali mendapat sorotan setelah Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH, menerima peserta Tur Wisata Literasi dan Sains dari MI Al Muhajirin Perumnas Maumere di Ruang Lobi Kantor Bupati Sikka, Senin (9/2/2026).
Sebanyak 56 siswa kelas VI bersama tujuh guru pendamping serta jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka (DISARPUS) mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas yang bertujuan meningkatkan literasi, wawasan pemerintahan, dan pemahaman sains sosial sejak dini.
Di tengah tantangan kualitas literasi nasional, program semacam ini dipandang sebagai bagian dari strategi membangun sumber daya manusia yang lebih kritis, adaptif, dan berkarakter.
Dukungan Kepala Daerah terhadap Literasi Sejak Dini
Dalam arahannya, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, SH menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Wisata Literasi dan Sains yang dinilai penting dalam membentuk karakter dan kemampuan berpikir anak-anak.
“Program wisata literasi dan sains ini sangat baik dan perlu terus dikembangkan, karena dapat meningkatkan literasi, wawasan pemerintahan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis bagi para pelajar,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar kegiatan ini terus diperluas sehingga semakin banyak siswa di Kabupaten Sikka dapat merasakan manfaat pembelajaran kontekstual di luar kelas.
DISARPUS: Literasi, Demokrasi, dan Kurikulum Merdeka
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menjelaskan bahwa Wisata Literasi dan Sains merupakan program edukatif berbasis kunjungan belajar yang dirancang untuk meningkatkan literasi pemerintahan, demokrasi, serta pemahaman sains sosial bagi pelajar SD dan SMP.
Menurutnya, pendekatan ini menggabungkan unsur rekreasi edukatif dengan penguatan minat baca, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman sains melalui metode yang menyenangkan, kontekstual, dan berbasis kearifan lokal.
“Program ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dan sarana kolaborasi antara sekolah, komunitas literasi, pemerintah daerah, dan masyarakat,” jelas Very Awales.
Pembelajaran Publik dan Tanggung Jawab Pemerintah
Kegiatan pendidikan yang melibatkan institusi pemerintah daerah juga memiliki dimensi tanggung jawab publik. Dalam konteks ini, peran negara dalam memastikan kualitas layanan pendidikan dan literasi masyarakat menjadi bagian dari kewajiban hukum dan administratif pejabat publik sebagaimana diatur dalam KUHP Baru.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Dari Maumere ke Pola Nasional Pendidikan Publik
Program literasi berbasis daerah seperti di Sikka merupakan bagian dari upaya nasional membangun kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan publik. Dalam skala yang lebih luas, keberhasilan dan kegagalan tata kelola program pemerintah daerah sering menjadi bagian dari pola nasional yang dapat ditelusuri publik.
Pola tersebut tercermin dalam berbagai dinamika pengelolaan pemerintahan daerah yang dipetakan dalam:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Literasi sebagai Fondasi Masa Depan Daerah
Melalui kegiatan Wisata Literasi dan Sains ini, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang berkesan, tetapi juga terdorong untuk membangun budaya membaca, berpikir kritis, dan mencintai ilmu pengetahuan sejak usia dini.
Bagi Kabupaten Sikka, inisiatif ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
✍️ Yuven Fernandez | DETIKREPORTASE.COM | Maumere – Nusa Tenggara Timur
DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Literasi dan Masa Depan Generasi Bangsa





