BeritaKalimantan Barat

Ziarah Akbar 2026 di Tumbang Titi: Ratusan Jamaah Memadati Makam Tokoh Islam, Apa Maknanya?

521
×

Ziarah Akbar 2026 di Tumbang Titi: Ratusan Jamaah Memadati Makam Tokoh Islam, Apa Maknanya?

Sebarkan artikel ini
Ratusan jamaah mengikuti Ziarah Akbar 2026 di makam Panglima Tentemak, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
Ratusan jamaah memadati kompleks makam Panglima Tentemak dalam rangkaian Ziarah Akbar 2026 di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Sabtu (7/2/2026).

Ribuan umat Muslim dari berbagai elemen masyarakat berkumpul

TUMBANG TITI – KETAPANG, KALIMANTAN BARAT | DETIKREPORTASE.COM — Pelaksanaan Ziarah Akbar 2026 di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, pada Sabtu, 7 Februari 2026, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati tiga makam bersejarah, yakni Makam Panglima Tentemak, KH Muhammad Said, dan Uti Usman, sebagai wujud penghormatan kepada para tokoh Islam yang berjasa dalam sejarah dan dakwah di wilayah tersebut.

Sejak pagi hari, arus kendaraan tampak memadati kawasan makam Panglima Tentemak. Ratusan mobil dan puluhan sepeda motor terlihat mengalir menuju lokasi sejak pukul 09.15 WIB, menandai tingginya antusiasme umat dalam mengikuti kegiatan religius ini.

 

Gerakan umat yang lahir dari kesadaran spiritual

Ketua Panitia Ziarah Akbar 2026, Muhammad Iswadi atau yang akrab disapa Amiadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan murni gerakan umat. Menurutnya, ziarah ini digelar bukan karena kepentingan politik atau tekanan pihak mana pun, melainkan lahir dari kesadaran kolektif masyarakat Muslim untuk menghidupkan tradisi ziarah, khususnya di bulan Sya’ban yang diyakini penuh berkah.

Amiadi juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata religi serta mendorong pengakuan resmi terhadap jasa ketiga tokoh yang diziarahi. Panitia berencana mengusulkan Panglima Tentemak, KH Muhammad Said, dan Uti Usman sebagai calon Pahlawan Nasional melalui Dinas Sosial.

 

Rangkaian ziarah di tiga makam bersejarah

Usai ziarah dan doa bersama di makam Panglima Tentemak, rombongan jamaah melanjutkan perjalanan secara konvoi menuju makam KH Muhammad Said. Di lokasi tersebut, para peziarah melaksanakan salat zuhur berjamaah, dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang. Panitia menyediakan hidangan prasmanan bagi tamu undangan, sementara jamaah lainnya membawa perbekalan masing-masing.

Kegiatan kemudian diisi dengan tahlil, zikir, dan sholawat bersama, menciptakan suasana spiritual yang kuat di tengah kompleks pemakaman.

Perjalanan ziarah berlanjut ke makam Uti Usman. Antusiasme jamaah semakin terasa, bahkan saat harus melintasi jembatan gantung yang bergoyang, yang justru menambah rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara para peserta.

 

Dimensi sosial dan makna persatuan umat

Ziarah Akbar ini juga mencerminkan bagaimana umat Islam dari berbagai latar belakang sosial dan suku dapat bersatu dalam semangat religius dan penghormatan terhadap sejarah. Kegiatan semacam ini memperlihatkan bahwa solidaritas umat masih menjadi kekuatan penting dalam menjaga harmoni sosial.

Dalam konteks hukum dan tanggung jawab sosial, kegiatan keagamaan publik seperti ini juga berada dalam kerangka keteraturan dan perlindungan warga sebagaimana diatur dalam KUHP Baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026. Aturan tersebut mengatur tanggung jawab penyelenggara dan perlindungan keselamatan publik dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Ziarah lokal dalam lanskap kebangsaan

Meski bersifat lokal, Ziarah Akbar Tumbang Titi menunjukkan bagaimana ruang-ruang spiritual dan sosial dapat menjadi bagian dari wajah besar kehidupan berbangsa. Kegiatan keagamaan yang sehat dan terkelola dengan baik juga menjadi bagian dari tata kelola sosial yang berkelanjutan, sebagaimana pentingnya pengawasan dan integritas dalam berbagai sektor publik di Indonesia.

Gambaran luas tentang dinamika nasional tersebut dapat ditelusuri melalui:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

 

Harapan agar ziarah terus menjadi perekat umat

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Rois Syuriah Kecamatan Tumbang Titi, Ustadz Mas’udi, serta tausiyah penutup oleh Ustadz Jueni Ahmad dari Sungai Melayu. Keduanya berharap agar Ziarah Akbar dapat terus dilaksanakan secara istiqamah sebagai sarana mempererat persatuan dan meningkatkan ketakwaan umat.

Ziarah Akbar 2026 di Tumbang Titi membuktikan bahwa kecintaan umat terhadap sejarah, agama, dan para pendahulu masih menjadi energi besar dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebajikan di tengah masyarakat.

✍️ Slamet | DETIKREPORTASE.COM | Ketapang – Kalimantan Barat

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Spiritualitas dan Persatuan Umat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250