Ritual “Bantan Puja Disejumpung” Menjadi Simbol Jati Diri Masyarakat
KETAPANG – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Acara Adat “Membayar Niat Bantan Puja Disejumpung Kalin Duduk Sepulau Kalimantan Akaran Sarang Membuluh” yang digelar di Desa Membuluh Baru, Kecamatan Air Upas, Sabtu lalu. Prosesi adat yang berlangsung khidmat ini menjadi wujud nyata pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Kehadiran Bupati Ketapang bersama unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat lintas suku menegaskan bahwa adat dan budaya bukan sekadar seremoni, melainkan jati diri yang menyatukan warga di tengah keberagaman. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa adat dan budaya merupakan identitas masyarakat yang harus dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
“Ketapang adalah rumah besar bagi seluruh warga dari berbagai suku bangsa dan budaya. Perbedaan harus dirawat sebagai kekuatan dalam membangun persatuan, toleransi, dan keharmonisan,” ujar Bupati di hadapan para tetua adat dan masyarakat.
Budaya sebagai Fondasi Persatuan dan Arah Pembangunan
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi adat—seperti gotong royong, musyawarah, dan rasa tanggung jawab kolektif—merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah. Pembangunan, menurutnya, tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari ketahanan sosial dan kultural masyarakat.
Dalam kerangka hukum nasional, pelestarian adat dan penguatan komunitas lokal juga memiliki implikasi pada tanggung jawab negara dan pemerintah daerah untuk melindungi hak-hak warga serta memastikan kebijakan pembangunan berjalan adil. Untuk memahami bagaimana KUHP Baru menempatkan perlindungan masyarakat dan konsekuensi hukum atas pelanggaran terhadap hak publik, pembaca dapat merujuk pengantar berikut.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Kolaborasi DPRD, Forkopimcam, dan Tokoh Adat Jadi Kunci
Bupati juga mengajak anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, unsur Forkopimcam, serta para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk terus bersinergi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar—mulai dari jalan, jembatan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga air bersih—tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua pihak perlu bergerak bersama agar hasilnya benar-benar dirasakan hingga ke desa-desa.
Seruan kolaborasi ini menjadi penting karena pembangunan berkeadilan mensyaratkan tata kelola yang bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat. Tanpa sinergi, program sebaik apa pun berisiko tersendat atau tidak tepat sasaran.
Dari Tradisi Lokal ke Cermin Nasional
Pelestarian adat di Air Upas juga memberi pelajaran bahwa kekuatan daerah tidak berdiri sendiri. Di banyak wilayah Indonesia, keberhasilan menjaga tradisi sering kali berjalan beriringan dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk melihat bagaimana persoalan tata kelola dan pengawasan di berbagai daerah membentuk pola nasional.
publik dapat menelusuri rujukan berikut:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Rujukan ini membantu publik menempatkan inisiatif lokal—seperti pelestarian adat dan pembangunan desa—dalam kerangka besar akuntabilitas nasional.
Makna Persaudaraan dalam Penutup Ritual
Rangkaian kegiatan adat ditutup dengan makan bersama, sebuah simbol kuat persaudaraan dan rasa syukur. Di meja yang sama, warga lintas latar belakang duduk berdampingan, menegaskan bahwa kebudayaan adalah jembatan yang menyatukan perbedaan.
Di tengah arus modernisasi, momen seperti ini mengingatkan bahwa pembangunan yang kokoh berakar pada identitas. Ketika adat dihormati dan kolaborasi dijaga, Ketapang tidak hanya bergerak maju secara fisik, tetapi juga tumbuh sebagai komunitas yang utuh, toleran, dan berdaya.
✍️ Slamet | detikreportase.com | Ketapang – Kalimantan Barat
DETIKREPORTASE.COM : Menjaga Jati Diri, Membangun Negeri





